Seperti Pasien Katanya

1483 Words

“Opa pikir jagoan tuh enggak bisa sakit.” Heksa menipiskan bibir sembari membuang pandangannya ke arah lain. Sudah datang terlambat, begitu sampai langsung meledeknya pula. Sifat mengesalkan kakeknya ini memang tiada dua. Pria dengan rambut yang nyaris memutih semua itu merapatkan tubuh, lalu mengusap puncak kepala cucu kesayangannya. “Maaf baru datang. Beberapa hari kemarin memang ada yang harus diselesaikan di Surabaya. Opa juga enggak sempat beli apa-apa karena pengin cepat lihat kamu.” “Enggak apa-apa kok. Mobil aja sebagai penebusnya,” sahut Heksa sekenanya. “Pandu.” Bara bersuara, membuat anak lelakinya kembali menekuk wajah. “Sembuh dulu aja. Nanti kamu sama Abang mau apa pun Opa usahakan.” Hadian sungguh-sungguh. Meskipun Bara memintanya untuk tidak terlalu memanjakan si kemba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD