38. Mulai Curiga

1215 Words

Seusai makan malam Aruna memberanikan diri menghadap Cantika yang saat ini sedang menikmati waktu santai bersama Batara di teras belakang rumah. Setelah meletakkan nampan berisi dua cangkir teh dan beberapa macam cake dan buah sebagai camilan di atas meja, Aruna berdiri di depan kedua majikannya. “Maafkan saya karena mengganggu waktu istirahat Tuan Batara dan Non Cantika. Saya hanya minta waktunya sebentar untuk menyampaikan sesuatu,” ujar Aruna membuka pembicaraan. “Mau bicara apa?” tanya Cantika ketus. Sementara tatapan Batara sepenuhnya ke arah Aruna. Memandangi pengasuh anaknya itu lurus-lurus. Sedikit merasa was was menunggu hal apa yang ingin disampaikan oleh Aruna pada dirinya dan istrinya. Tentunya sambil berusaha menyembunyikan tatapan mendamba untuk menyentuh dan disentuh o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD