Batara sudah nyaris terlelap di dalam bathtub. Namun ia tersentak ketika merasakan ada tangan yang melingkar di lehernya dan memeluknya dari belakang. Dia tahu kalau yang sedang memeluknya saat ini adalah Cantika. Ia memutar kepalanya lalu mengurai tangan Cantika dan meminta istrinya itu untuk berjongkok di samping bathtub. Tangannya kemudian terulur untuk melepaskan kancing blouse yang dikenakan Cantika, tapi dia merasa kesulitan karena jemarinya terlalu licin bekas sabun. “Lepaskan pakaianmu!” ujarnya, mengedikkan dagu dan tanpa ekspresi ke arah Cantika. Mata Cantika melebar tak percaya. “Sekarang?” tanyanya untuk meyakinkan dirinya sendiri atas permintaan bernada perintah dari Batara. “Haruskah aku menjelaskan dengan detail tujuanmu mendatangiku yang sedang berendam?” Pertanyaan i

