Pagi ini Batara sudah pergi dari rumah. Menurut keterangan dari Bu Menik majikan laki-lakinya itu akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri selama beberapa hari. Hati Aruna seketika menghangat membayangkan Batara sedang menunggunya di tempat yang dijanjikan oleh pria itu untuk tempat liburan mereka. Aruna sendiri sudah siap setelah membereskan semua pekerjaan hari ini. Ia menunggu Cantika pukul sepuluh pagi. Sementara itu Cantika baru turun dari kamarnya lewat dari pukul dua belas siang. Padahal Cantika sendiri yang meminta Aruna sudah harus siap sebelum pukul sepuluh pagi. Ternyata majikan perempuannya itu tertidur dan hampir saja melupakan janjinya akan mengantar Aruna sesuai kesepakatan. Cantika mengemudikan sendiri mobil yang akan mengantar Aruna. Tidak seperti syarat yang di

