MICKY POV
Sudah tiga hari Sheilla tidak sadarkan diri dan aku berharap ia segera siuman. Clara dan Angel berusaha menghiburku dan mereka yakin tidak lama lagi Sheilla segera siuman. tidak terasa waktu menunjukkan pukul setengah dua belas dan sudah saatnya makan siang. Clara dan Angel membelikan makanan untukku meskipun aku tidak nafsu makan
" ayolah, kau harus makan siang. aku tidak ingin melihatmu sakit"
" aku tidak nafsu makan. sebaiknya kalian saja yang makan duluan"
aku tidak pernah meninggalkan sheila dan selalu berada di sisinya. tiba - tiba jari Sheilla bergerak dan tidak beberapa lama kelopak matanya terbuka dan aku sangat bahagia melihat Sheilla yang sudah siuman
" akhirnya kau siuman. aku sangat senang melihatmu sudah sadar"
" dimana aku? kenapa kau ada di sini?"
" beberapa hari yang lalu, kau ditembak oleh seseorang yang tidak di kenal. beruntung nyawamu bisa diselamatkan padahal kau mengalami pendarahan yang cukup parah"
" maafkan aku yang telah membuatmu khawatir"
" kau tidak perlu meminta maaf padaku. ini semua bukan kesalahanmu"
tidak beberapa lama dokter dan perawat datang memeriksa keadaan Sheila. setelah itu, dokter memberitahu jika beberapa hari lagi Sheila diperbolehkan untuk pulang dan kami sangat senang mendengarnya. aku berharap sheila segera membaik dan ia pulang ke rumah. sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti sheilla
***
ANGEL POV
Hari ini aku sangat bersyukur ketika mendapat kabar jika Sheila sudah siuman. aku dan clara langsung menjenguk sheila di rumah sakit. kami membawakan makanan dan buah untuk sheila. ia sangat senang melihat kedatangan kami
" terima kasih sudah kesini. seharusnya tidak usah repot - repot membawakan makanan"
" kami tidak merasa di repotkan. justru kami sangat senang melihatmu sudah siuman"
tiba - tiba ponselku berbunyi dan aku langsung mengangkatnya dan menjauh dari mereka. ternyata Jerry mengajakku untuk pergi dan aku mengatakan padanya jika saat ini aku berada di rumah sakit. akhirnya jerry menyusulku ke rumah sakit dan ia melihat keadaan Sheila. satu jam kemudian, kami berpamitan pergi dan Jerry mengajakku untuk bertemu dengan orang tuanya
rasanya jantungku berdebar kencang saat bertemu orang tuanya. aku bersyukur mereka menyambut kedatanganku dengan baik. lalu jerry membahas tentang pernikahan dan aku sangat terkejut ketika jerry ingin segera menikah denganku. sejujurnya aku sangat bahagia bisa menikah dengan pria yang kucintai
aku berharap pernikahan kami di laksanakan secara sederhana dan dihadiri oleh keluarga terdekat dan jerry setuju denganku. nanti malam jerry ingin mengajak orang tuanya untuk bertemu dengan kedua orang tuaku untuk membahas pernikahan kami. rasanya aku tidak sabar ingin segera menikah dengan Jerry
***
CLARA POV
Setelah menjenguk sheila, Jace mengajakku ke suatu tempat yang sepi dan tidak banyak orang. ternyata Jace mengungkapkan perasaannya padaku dan aku sangat terkejut mendengar hal itu. Jace memberiku sebuah cincin yang sangat indah dan ia sangat berharap aku mau menerima cintanya
" clara, sudah lama aku menyukaimu. aku sangat ingin kau menjadi kekasihku. apa kau bersedia menerimaku?"
" tentu saja aku mau"
jace memelukku erat dan aku membalas pelukannya dengan erat. rasanya hari ini aku sangat bahagia karena aku menjadi kekasih dari Jace Rasmussen
***
MICKY POV
Aku bersyukur karena Sheila diperbolehkan pulang oleh dokter. sheila terlihat sangat senang karena ia tidak perlu di rawat di rumah sakit. aku membelikan rumah khusus untuk sheila dan ia sangat terkejut dengan rumah pemberianku. ia tidak menyangka jika aku akan membelikannya rumah yang sangat besar dan mewah
" selamat datang di rumah barumu"
" astaga! kau pasti bercanda! mana mungkin aku tinggal di rumah sebesar ini"
" kau akan tinggal bersamaku karena sebentar lagi kita akan menikah"
sheila terlihat sangat terkejut dan ia menangis terharu. aku memeluknya dan ia terlihat sangat senang mendengar hal ini. rasanya aku tidak sabar ingin segera menikahinya dan memiliki kehidupan yang bahagia bersamanya
****
DUA PULUH LIMA TAHUN KEMUDIAN
CLARA POV
Hari ini tepat ulang tahun Jace yang ke lima puluh tahun. ulang tahunnya di rayakan secara sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga terdekat. anak kami, Teddy, memberi hadiah berupa jam tangan mewah kepada Jace. jace terlihat sangat senang dengan pemberian Teddy karena sekarang teddy sukses menjadi pebisnis handal
Teddy menjadi seorang pengusaha jam tangan dan ia memiliki banyak cabang di seluruh dunia. di usianya yang masih dua puluh empat tahun, ia memiliki banyak bisnis selain jam tangan dan aku bersyukur sudah mendidik Teddy menjadi seorang yang pekerja keras sehingga ia bisa sesukses sekarang
angel dan micky beserta keluarga juga hadir di pesta ulang tahun Jace. mereka memberi ucapan selamat kepada Jace dan tidak lupa mereka memberi kado untuk Jace. aku senang bisa bertemu dengan keponakanku, Cindy dan Russell. mereka terlihat sangat cantik dan tampan. rasanya aku ingin menjodohkan mereka dengan anak dari temanku tetapi sepertinya mereka sudah memiliki pasangan
malam ini sangat meriah dan rasanya aku sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga besarku. aku merencakan ingin bepergian dengan mereka ke luar negeri dan sepertinya angel dan micky setuju dengan rencanaku. aku sudah membelikan tiket pesawat untuk mereka sekeluarga dan rasanya kami sudah lama tidak berlibur bersama
***
TEDDY POV
Di usiaku yang ke dua puluh empat tahun, aku sudah menjadi pria yang sukses dan memiliki kekayaan yang melimpah. tapi ada satu hal yang kurang yaitu seorang kekasih. meskipun banyak wanita yang mendekatiku tetapi aku tidak tertarik dengan mereka karena mereka tidak membangkitkan hasratku
malam ini Frank dan Nate mengajakku untuk bermain bilyard sambil mencari seorang wanita. setiap malam minggu kami berkumpul bersama dan rasanya aku sangat bosan berganti wanita karena aku menginginkan seorang wanita yang benar - benar mencintai diriku apa adanya. aku tau Frank memiliki pengalaman yang sangat menyakitkan ketika ia di selingkuhi oleh mantan kekasihnya
sedangkan Nate di tinggal mantan tunangannya dengan menikahi pria lain. waktu itu Nate sangat hancur dan ia tidak ingin menjalin kasih dengan wanita manapun. sedangkan aku tidak memiliki percintaan yang buruk tetapi sampai saat ini aku belum menemukan seorang wanita yang bisa membuat hatiku bergetar
saat aku bersama frank dan nate turun dari mobil, kami melihat ada seorang yang bertopi sedang dikejar oleh sekawanan orang dan ternyata orang itu bersembunyi di balik mobilku. aku langsung menghampiri orang itu dan ternyata ia seorang perempuan. wanita itu terlihat sangat ketakutan saat aku menatapnya dengan tajam
" kenapa kau bersembunyi di balik mobilku? apa kau seorang penjahat sampai orang - orang itu mengejarmu?!"
wanita itu tertunduk malu, lalu ia mencoba kabur dariku tetapi frank berhasil menarik tangannya sehingga ia tidak bisa pergi dariku.
" tolong lepaskan aku. aku harus segera ke rumah sakit karena adikku sedang membutuhkan uang untuk biaya operasinya"
" kau jangan percaya dengan perkataannya! pasti ia beralasan ingin kabur!"
" apa yang dikatakan frank sangat benar, ted. kau tidak boleh melepaskan wanita ini! aku yakin ia seorang penjahat! buktinya ia mengambil sebuah dompet yang berisi banyak uang"
aku melihat wajah wanita itu yang mengingatkanku dengan seseorang tetapi aku lupa pernah melihatnya dimana tapi yang jelas aku merasa wanita itu tidak berbohong tentang adiknya yang sakit. tiba - tiba sekawanan orang yang mencari wanita ini akhirnya ingin wanita itu mengembalikan dompet yang berisi uang kepada pemiliknya dan wanita itu mau mengembalikannya
aku meminta kepada orang - orang itu agar tidak melakukan kekerasan terhadap wanita itu hingga orang - orang itu membubarkan diri. wanita itu tiba - tiba pingsan sehingga aku dan teman - temanku membawanya masuk ke dalam mobil. tidak beberapa lama wanita itu terbangun dan ia terkejut saat berada di dalam mobilku
" anda ingin membawa saya kemana?"
" beritahu aku dimana rumah sakitnya"
akhirnya wanita itu memberitahuku alamat rumah sakit dan kami langsung kesana. saat tiba disana, wanita itu menunjukkan kamar dimana adiknya di rawat dan disana aku melihat adiknya yang terbaring lemah. aku langsung menyuruhnya untuk ke bagian administrasi untuk membayar biaya rumah sakit dan wanita itu terlihat sangat terkejut saat aku ingin membayar
" sekarang kita ke bagian adminstrasi, aku yang akan membayar biaya rumah sakit adikmu"
setelah membayar biaya rumah sakit, wanita itu sangat berterima kasih padaku dan ia mengucapkan permintaan maaf karena telah merepotkanku. frank dan Nate terlihat tidak percaya dengan apa yang aku lakukan tetapi aku tidak peduli karena tujuanku hanya ingin menolong seorang anak kecil yang sedang sakit
aku memberi kartu namaku pada wanita itu jika ia membutuhkan pertolongan dariku. lalu aku, frank dan nate pergi dari rumah sakit. kami membahas wanita itu sehingga kami memutuskan untuk minum bersama di restoran jepang sambil minum sake.
" aku tidak menyangka jika kau semulia itu menolong adik wanita itu padahal apa yang di lakukan wanita itu sangat salah"
" aku tau tetapi aku tidak akan membiarkan nyawa seorang anak kecil hilang begitu saja"
" kami beruntung memiliki teman sebaik dirimu. tidak salah jika kita sudah belasan tahun berteman"
saat ini kami sedang menikmati segelas sake dan rasanya tubuhku terasa hangat. entah kenapa aku tidak bisa melupakan wanita itu dan rasanya aku ingin bertemu lagi dengannya. wajah wanita itu mengingatkan aku dengan seseorang di masa lalu
***
CHELSEA POV
Aku bersyukur karena pria itu menolongku jika tidak agnes bisa kehilangan nyawanya. aku akan melakukan apapun agar agnes bisa sembuh dan kembali hidup normal seperti dulu. tiba - tiba agnes terbangun dan ia tersenyum memandangku. rasanya aku tidak sanggup kehilangannya karena ia satu - satunya yang ku miliki di dunia ini
" kenapa kakak menangis?"
" kakak tidak menangis. kakak ingin melihatmu segera sembuh"
" Agnes ingin menyusul mama ke surga. agnes sangat merindukan mama"
rasanya aku tidak kuat menahan tangis karena mendengar perkataan Agnes. aku hanya bisa berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan untuk kesembuhan Agnes. aku berharap Tuhan mengabulkan doaku agar Agnes bisa sembuh dan kembali normal seperti dulu
***
TEDDY POV
Pagi ini aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguk adik wanita itu. saat aku tiba disana, aku melihat wanita itu sedang menyuapi adiknya dan rasanya hatiku tersentuh saat melihatnya. wanita itu terkejut melihat kedatanganku dan adik wanita itu terlihat senang saat melihatku
" bagaimana keadaan adikmu?"
" keadaannya sudah membaik."
" syukurlah kalau begitu. aku ikut senang mendengarnya"
aku mengajak adik wanita itu berbincang. Agnes seorang anak yang periang meskipun ia menderita penyakit yang sangat parah tetapi ia tidak ingin menunjukkan kepada orang lain tentang sakit yang ia derita
" hai agnes, bagaiamana kabarmu?"
" aku baik. kakak sendiri?"
" kakak sangat baik. semoga kau segera pulang ke rumah"
" iya kak, agnes sangat bosan berada di rumah sakit"
aku mengelus kepala agnes dan ia terlihat sangat senang. chelsea terdiam melihatku yang sedang mengajak adiknya berbincang. setengah jam kemudian, aku memutuskan untuk pamit karena aku ada meeting dengan klien. aku bersyukur keadaan Agnes membaik dan semoga ia segera pulang ke rumah
***
RUSSELL POV
Menjadi seorang dokter adalah cita - citaku sejak kecil. saat ini aku menjadi dokter umum di sebuah rumah sakit swasta. kedua orang tuaku sangat bangga ketika aku mendapatkan gelar dokter dan di terima bekerja di sebuah rumah sakit terkenal. di usiaku yang sekarang, aku fokus dengan pekerjaanku
aku sangat senang ketika bisa mengobati orang lain. seperti hari ini aku di tugaskan untuk memantau kondisi anak perempuan berusia sepuluh tahun. ia mengalami penyakit yang sangat sulit untuk di sembuhkan dan ia harus cuci darah seumur hidupnya. aku tidak tega melihat seorang gadis kecil menderita penyakit yang akan mengganggu aktivitasnya sehari - hari
gadis itu bernama Agnes dan ia di rawat oleh kakaknya yang bernama Chelsea. aku berusaha memberitahu Chelsea agar ia lebih bersabar merawat adiknya dan chelsea terlihat sangat tegar menghadapi adiknya yang sedang sakit
" terima kasih atas sarannya. saya berusaha akan lebih sabar merawat agnes"
" mungkin besok agnes bisa pulang ke rumah. saya sarankan supaya agnes lebih banyak beristirahat di rumah dan ia harus cuci darah seumur hidupnya"
" saya tau tentang hal itu"
entah kenapa aku merasa iba terhadap Chelsea dan rasanya aku sangat ingin membantunya. aku memberi nomor kontakku kepada Chelsea dan aku berharap semoga Agnes semakin membaik
***
CINDY POV
Aku menikmati profesiku sebagai penyiar radio. sudah dua tahun aku bekerja di sebuah stasiun radio yang membuatku namaku di kenal banyak orang. aku memiliki banyak teman di tempatku bekerja. sebut saja namanya Rico. ia partner kerjaku dan kami banyak menghabiskan waktu bersama
banyak yang mengira jika kami berpacaran padahal rico sudah memiliki kekasih di luar negeri. kekasihnya berasal dari swedia dan tidak lama lagi mereka akan bertemu di jakarta. aku berharap semoga Rico segera menikah dengan kekasihnya karena sebagai teman, aku menginginkan yang terbaik untuknya
setelah selesai bekerja, aku beristirahat sejenak. Rico mengajakku makan siang bersama dan kami pergi ke kafe yang tidak jauh dari kantor. aku melihat siang ini banyak pengunjung yang berdatangan dan entah kenapa aku sangat iri melihat sepasang kekasih yang sedang bermesraan di sudut ruang
rico menyuruhku untuk mencari kekasih agar aku tidak sendirian tetapi sampai saat ini aku belum menemukan pria yang tepat. tiba - tiba ada tiga pria yang masuk ke dalam kafe dan ternyata itu adalah Teddy bersama dengan teman - temannya. aku menyapa mereka dan mereka menyuruhku kami untuk bergabung bersama
entah kenapa aku melihat salah satu teman Teddy yang tidak berhenti menatapku dan aku merasa tidak nyaman ketika teman teddy tersenyum padaku. ternyata pria itu bernama Frank. aku sangat jarang bertemu dengan Teddy dan teman - temannya karena kesibukan kami masing - masing
" senang sekali bertemu denganmu disini. bagaimana pekerjaanmu?"
" pekerjaanku sangat lancar. bagaimana denganmu?"
" sama sepertimu. kalian ingin pesan apa?"
" kami tadi sudah memesan makanan dan minuman"
tidak beberapa lama pesanan kami datang dan kami makan siang bersama. aku merasa tidak nyaman saat Frank pindah dan duduk di sampingku. aku bisa mencium aroma parfumnya yang menusuk hidungku. entah kenapa aku merasa tidak nyaman berada di dekat Frank. aku cepat - cepat menghabiskan makananku, lalu mengajak rico pergi dari sana
***
FRANK POV
Entah kenapa saat melihat Cindy, jantungku berdebar sangat kencang. aku merasa jatuh hati padanya dan aku sangat ingin mendekatinya tetapi cindy seperti tidak nyaman saat berada di dekatku dan ia cepat - cepat pergi bersama temannya. Nate mentertawakanku karena cindy kabur dariku. sedangkan Teddy bersikap acuh dan ia fokus dengan ponselnya
" ternyata semua wanita takut berada di dekatmu"
" jaga omonganmu!"
" maaf teman, aku rasa kau harus lebih bersikap lembut terhadap cindy"
" ehmm, aku tidak ingin kalian membahas adik sepupuku"
" ted, kau tau sejak dulu Frank menyukai cindy tetapi sayangnya cindy sangat ketakutan terhadap Frank"
aku menyiram minuman ku ke wajah Nate dan Ted tidak bisa berhenti tertawa. nate membalasku dengan menyiram minumannya ke wajahku. rasanya kami seperti anak kecil dan tidak sedikit orang mentertawakan kami termasuk Ted
***
SHEILLA POV
Hari ini aku pergi bersama dengan pembantuku. kami ingin berbelanja di supermarket. saat tiba disana, aku tidak sengaja bertemu dengan mantan bosku, Miller. aku sangat terkejut karena ia mengenaliku meskipun sudah lama kami tidak berjumpa. aku berusaha menghindarinya tetapi ia mencegah kepergianku
" sheila, bagaimana kabarmu?"
" saya sangat baik. bagaimana kabar anda?"
" aku sangat baik"
" maaf saya permisi dulu"
saat aku hendak pergi, Miller memanggilku dan ia memberiku sebuah kartu nama. lalu ia pergi dari hadapanku. entah kenapa ia memberiku kartu namanya dan aku tidak ingin berhubungan dengannya. akhirnya aku membuang kartu nama itu ke tempat sampah. lalu aku pulang ke rumah dan berusaha menganggap tidak pernah terjadi sesuatu
***
MILLER POV
Entah kenapa aku sangat bahagia bisa bertemu dengan Sheilla setelah sekian lama kami tidak berjumpa. saat aku kembali ke rumah, aku duduk di depan teras sambil membayangkan pertemuan tadi. tiba - tiba celine datang menghampiriku dan ia mengajakku berbincang. ternyata ia diterima bekerja sebagai perawat di rumah sakit swasta dan aku sangat senang mendengarnya
" celine baru saja diterima bekerja sebagai perawat di rumah sakit swasta"
" benarkah? selamat untukmu. papa senang mendengarnya"
" ini semua berkat dukungan dan doa dari papa"
" kapan kau mulai bekerja?"
" minggu depan celine mulai bekerja di rumah sakit"
" kau harus bekerja dengan sungguh - sungguh. papa tau sejak dulu kau bercita - cita menjadi perawat"
aku bahagia melihat celine tersenyum padaku. ia terlihat sangat bahagia karena cita - citanya sejak kecil tercapai. sebagai orang tua, aku hanya bisa mendukungnya. aku berharap ia bisa menjadi sosok wanita yang baik
***
CHELSEA POV
Aku bersyukur karena Agnes diperbolehkan pulang oleh dokter Russell. agnes terlihat sangat bahagia dan ia berjanji kepada dokter akan hidup sehat dan bahagia. dokter russell menyuruh agnes untuk rajin kontrol ke rumah sakit sekaligus agnes melakukan cuci darah. saat kami hendak pulang ke rumah, tiba - tiba teddy datang dan ia menawarkan untuk mengantar kami pulang ke rumah
aku merasa tidak enak karena merepotkan Teddy tetapi ia tidak merasa di repotkan. lalu ia mengantar kami sampai ke rumah. teddy memberitahu Agnes untuk banyak beristirahat di rumah. aku mengucapkan terima kasih kepada Teddy karena sudah mengantar kami. lalu ia berpamitan padaku
agnes terlihat sangat senang dengan kehadiran teddy dan aku sangat terkejut ketika Agnes mengatakan jika ia sangat ingin Teddy menjadi jodohku. sampai saat ini aku belum memikirkan untuk mencari pendamping hidup karena aku fokus merawat Agnes. hari ini aku mulai bekerja di klub malam setelah seminggu aku meminta ijin tidak masuk
beruntung bosku sangat baik terhadapku dan ia mengerti kondisi agnes sehingga ia memberi keringanan padaku. saat aku bekerja, agnes ku titipkan kepada tetanggaku, ibu melly, yang selama ini sangat baik terhadap kami. aku berangkat jam sembilan malam dan saat tiba di tempat kerjaku, semua teman - temanku menanyakan keadaan Agnes dan aku memberitahu mereka jika Agnes sudah membaik
aku bekerja sebagai pelayan untuk memenuhi kebutuhanku dan agnes. tidak jarang aku diminta menari di atas panggung ketika salah satu penari tidak bisa pentas di atas panggung. aku tau banyak hal di dalam hidupku yang tidak bisa dimengerti oleh orang lain meskipun begitu aku tetap berjuang agar Agnes bisa bertahan hidup
****
TEDDY POV
Aku bersyukur karena Agnes sudah pulang ke rumah dan teman - temanku senang mendengar kabar ini. Nate mengajak aku dan frans untuk pergi ke klub malam meskipun aku tidak mau tetapi nate dan frank memaksaku sehingga aku menuruti keinginan mereka. saat kami tiba di klub malam, kami melihat banyak wanita yang menari di atas panggung
tiba - tiba aku melihat sosok seorang wanita yang memakai topeng dan aku tidak menyangka jika wanita yang menari itu adalah chelsea. banyak pria yang mencoba mendekatinya tetapi chelsea berusaha menghindar dan tetap menari. frank dan nate mulai mengerti jika Chelsea yang menari di atas panggung meskipun awalnya mereka tidak percaya jika itu chelsea
saat ada pria yang berusaha menyentuh Chelsea, aku langsung menghalangi pria itu dan mencoba melindungi Chelsea. chelsea terlihat sangat terkejut saat melihatku dan aku langsung menutupi tubuhnya dengan jasku. lalu aku menyuruhnya untuk duduk bersama kami. chelsea tertunduk malu dan ia tidak berani memandang kami
" chelsea, kenapa kau tidak pernah bercerita jika kau bekerja disini? apa kau tidak takut jika ada pria yang ingin melecehkanmu?"
tiba - tiba chelsea menangis dan aku berusaha menghapus air matanya. frank dan nate mencoba menenangkan Chelsea tetapi chelsea tetap menangis. aku memeluk chelsea dengan erat sampai ia berhenti menangis. tidak beberapa lama datang seorang wanita dan menuduh chelsea telah menggodaku
" dasar w************n! berani - beraninya kau merayu pelangganku!"
" jaga ucapanmu! kau tidak boleh berkata kurang ajar kepada chelsea!"
wanita itu terlihat ketakutan dan ia pergi meninggalkan kami. kami berusaha menenangkan chelsea yang mulai menangis. rasanya aku tidak tega melihatnya bersedih seperti ini. aku memutuskan mengajak chelsea pergi dari sini.
" chelsea, sebaiknya kita pergi dari sini. tempat ini tidak baik untukmu"
" maaf saya tidak bisa pergi karena saya harus melanjutkan pekerjaan saya"
chelsea langsung pergi meninggalkan kami dan aku hanya bisa terdiam melihatnya kepergiaannya. frank dan nate mengajakku untuk kembali minum tetapi aku ingin segera pergi dari sana tetapi frank dan nate mencoba menghalangiku
" kau mau kemana? kita belum selesai minum"
" aku sudah tidak tahan berada disini"
" tunggu sebentar lagi, kita belum menemukan wanita untuk malam ini"
" aku tidak peduli dengan semua itu. jika kalian tidak ingin pergi, biar aku saja yang pergi"
ketika aku pergi, frank dan nate mengikutiku dari belakang. rasanya aku sangat kesal pada diriku sendiri karena aku terlalu memikirkan chelsea. aku berharap tidak jatuh cinta pada chelsea karena hal itu yang paling kuhindari saat ini dan aku tidak mau terluka seperti frank dan nate
***
CHELSEA POV
Aku berusah menghapus air mataku agar tidak ada orang lain yang melihatku. tiba - tiba Ines dan vina datang menghampiriku dan ines menampar wajahku. rasanya sangat perih dan aku tidak tau apa kesalahan yang aku perbuat sehingga mereka membenciku
" awas saja jika kau sampai mendekati pelangganku! aku tidak akan segan untuk menyingkirkanmu dari sini!"
akhirnya mereka pergi dari hadapanku dan tidak beberapa lama, mona datang menghampiriku dan ia mencoba mengompres wajahku.
" astaga, apa yang mereka lakukan padamu?! kenapa mereka begitu jahat padamu? apa yang kau lakukan sehingga mereka seperti ini?"
" mereka berpikir jika aku merayu pelanggan mereka padahal sebenarnya tidak seperti itu dan ines menampar wajahku sekaligus memperingatkanku untuk menjauhi teddy"
" astaga! jadi karena teddy mereka berbuat seperti itu padamu? pantas saja mereka marah padamu. apa kau tidak tau jika Teddy sangat terkenal disini apalagi ia selalu bersama kedua temannya datang kesini"
aku baru tau jika teddy dan kedua temannya sering datang ke tempat kerjaku. aku tidak pernah memperhatikan mereka selama ini karena aku fokus bekerja sehingga aku tidak memperdulikan orang - orang di sekitarku. mungkin saat ini aku harus menjaga jarak dengan teddy agar aku tidak mendapat masalah di tempat kerja
aku tidak ingin kehilangan pekerjaanku karena teddy. aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membiayai pengobatan agnes dan untuk kehidupan kami sehari - hari. setelah menenangkan diri, aku kembali bekerja sebagai pelayan dan aku segera mengganti kostumku dengan baju seragamku
lalu aku mulai mengantar minuman yang sudah dipesan oleh orang lain. setiap malam aku tidak lelah bekerja untuk menyambung hidup. semenjak orang tuaku meninggal, aku sudah berjanji akan menjaga Agnes dengan segenap jiwaku dan aku tidak akan meninggalkannya. aku sangat menyayangi agnes karena hanya ia satu - satunya yang aku miliki di dunia ini
aku berharap Agnes bisa hidup selamanya dan selalu berada di sampingku. aku tidak sanggup kehilangan Agnes karena ia adikku satu - satunya. orang tuaku sudah berpesan padaku untuk menjaga Agnes dan melindunginya. sebagai seorang anak, aku harus bisa menjalankan amanat dari kedua orang tuaku