BAB 5

3495 Words
JERRY POV Aku sangat kesal terhadap sandra karena dia, angel jadi membenciku dan menjauhiku. rasanya hidupku terasa hampa tanpa Angel. aku berusaha menghubungi Angel tetapi ia selalu menolak panggilanku. sandra berusaha meminta maaf padaku karena membuatku marah terhadapnya tetapi aku tetap mengacuhkannya " jerry, aku minta maaf padamu. aku mengaku salah terhadapmu. aku mohon kau jangan seperti ini. maafkan aku" " kau tau dari awal aku tidak pernah mau bertunangan denganmu" sandra terlihat emosi mendengar perkataanku dan ia memukul dadaku sambil meluapkan emosinya padaku. aku berusaha menghindarinya dan pergi meninggalkannya. rasanya hari ini kepalaku sangat pening karena aku tidak bisa berhenti memikirkan Angel. aku berharap Angel mau memaafkanku  *** CLARA POV Aku tau saat ini Jace masih berduka dan aku berusaha menghiburnya. aku mengajaknya untuk pergi ke hutan dan mendaki gunung agar ia lebih tenang dan bisa melupakan semua kesedihannya. awalnya jace tidak mau tetapi aku berusaha membujuknya hingga akhirnya ia mau ikut pergi bersamaku " jace, aku tau saat ini kau sedang berduka. aku sangat ingin mengajakmu mendaki gunung agar kau bisa melupakan semua masalahmu" " saat ini aku tidak ingin pergi kemana - mana" " ayolah, kita pergi bersama karena aku tau kau sekarang butuh waktu untuk menenangkan diri. aku tidak ingin melihatmu bersedih seperti ini" " baiklah kalau begitu, aku mau ikut denganmu" aku sangat senang ketika jace mau ikut bersamaku. tiba - tiba ada Sharon yang datang menghampiri Jace dan ia membawakan minuman untuknya. entah kenapa aku merasa sangat cemburu saat sharon berusaha mendekati Jace meskipun aku tau mereka hanya sebatas berteman " aku turut berduka atas kematian ibumu. semoga kau tabah menjalani semua ini" " terima kasih Sharon" aku berpamitan kepada Jace karena aku harus kembali ke kantor dan sejujurnya aku ingin menghindar dari mereka karena aku tidak tahan melihat Jace bersama wanita lain  *** MICKY POV Aku sangat bersyukur karena Sheilla sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. ia sekarang beristirahat di rumah dan ibu merry sangat berterima kasih padaku karena sudah menolongnya. aku senang melihat sheilla sudah membaik dan rasanya aku tidak tega melihat ibu merry yang bekerja ketika ia sudah saatnya beristirahat di rumah aku mencoba menawarkan Sheilla untuk bekerja di perusahaanku dan menggantikan posisi Ibu Merry karena sudah waktunya ibu Merry pensiun. sheilla terlihat agak bingung dan tidak enak terhadap ibunya. aku berusaha menjelaskan kepada sheilla dan ibu Merry jika sudah saatnya ibu merry pensiun apalagi usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun " saya ingin ibu Merry pensiun apalagi usia ibu sudah enam puluh tahun. sudah saatnya ibu beristirahat di rumah dan saya ingin menawarkan posisi ibu kepada Sheilla jika ia mau" " saya tau sudah saatnya pensiun. saya tidak masalah jika Sheilla yang menggantikan posisi saya di kantor. tapi semua keputusan saya serahkan kepada Sheilla." setelah mendengar perkataan ibunya, sheilla berani menerima tawaranku bekerja di perusahaanku. aku dan ibu merry senang mendengarnya " baiklah, saya bersedia untuk bekerja di perusahaan anda" " terima kasih Sheilla. mulai minggu depan, kau bisa mulai bekerja di kantor" aku melihat kebahagiaan di wajah sheilla dan ibunya. aku berharap Sheilla betah bekerja di kantorku dan aku melihat peluang untuk mendekati Sheilla dengan menjadikannya sekretaris pribadiku *** JERRY POV Saat aku pergi keluar rumah, aku tidak sengaja melihat Angel bersama dengan clara. aku langsung datang menghampiri mereka dan angel terlihat tidak senang dengan kedatanganku. clara terlihat bingung karena ia tidak mengenalku sehingga ia menganggap aku akan berbuat jahat terhadap Angel dan aku berusaha menjelaskan kepada clara jika aku tidak bermaksud jahat terhadap Angel " siapa kau? ada apa kau mendekati adikku?" " saya jerry dan saya tidak ada maksud jahat terhadap angel. saya kesini ingin menjelaskan sesuatu terhadap Angel" Angel langsung mengajak Clara pergi dari sana dan aku kehilangan kesempatan untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Angel. akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti Angel pergi secara diam - diam dan ternyata mereka sampai di rumah. aku langsung mencegah Angel pergi dan mengajaknya berbincang tetapi ia tidak mau mendengarkanku clara langsung mengusirku dari rumahnya dan rasanya hatiku sakit karena Angel mengacuhkanku. meskipun begitu aku tidak akan menyerah untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Angel karena aku tidak ingin kehilangan dirinya dan aku memutuskan untuk mengakhiri pertunanganku dengan Sandra *** CLARA POV Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Angel tetapi sepertinya ia memiliki masalah dengan Jerry. aku berusaha membujuk Angel agar ia mau bercerita padaku tetapi Angel tetap diam seribu bahasa. aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk menghibur Angel tetapi aku berusaha untuk mengajaknya pergi mendaki gunung bersamaku agar ia bisa menjernihkan pikirannya " angel, ceritakan masalahmu padaku. siapa tau aku bisa membantumu" " aku tidak ada masalah apa - apa" " kau jangan berbohong kepada kakak. kakak tau kau memiliki masalah dengan Jerry" " sudahlah, kak! aku tidak ingin membahas tentang jerry! ia sangat jahat padaku!" tiba - tiba Angel menangis dan aku berusaha menghiburnya. rasanya aku tidak tega melihat adikku menangis karena seorang pria. cukup lama aku menenangkan Angel sampai ia berhenti menangis dan mulai menceritakan masalah yang terjadi. aku baru tau jika jerry sudah bertunangan dengan wanita lain dan hal itu yang membuat Angel kecewa padanya " sudahlah, kau tidak usah menangis. masih banyak pria yang lebih baik darinya" aku menghapus air mata Angel dan ia berusaha menenangkan dirinya. aku mengajaknya bulan depan untuk mendaki gunung bersamaku dan Jace. ia mau ikut bersama kami karena sudah lama kami tidak mendaki gunung bersama. terakhir kali kami mendaki gunung saat kami masih bersekolah dulu **** MICKY POV Rasanya aku tidak tahan saat sheila berada di dekatku. aroma tubuhnya yang menggoda membuatku ingin memeluknya tetapi aku berusaha menahan diri karena aku tidak ingin melukainya. aku berusaha menjauh saat sheila berada di dekatku sehingga aku tidak ada keinginan untuk menyentuhnya " semua pekerjaan sudah saya selesaikan. kalau begitu saya pamit dulu" " bagaimana jika ku antar kau pulang ke rumah?" " tidak usah, saya bisa pulang naik taksi" " ayolah, kau tidak perlu merasa sungkan padaku" akhirnya sheila setuju dan aku mengantarnya pulang ke rumah. sebelum pulang ke rumah, aku mengajaknya makan di resto dan sheila terlihat senang saat berbincang denganku. entah kenapa rasanya tanganku ingin sekali menyentuh tangannya yang sangat halus dan saat aku menyentuh tangannya, sheila terdiam seribu bahasa dan aku bisa merasakan jantungku berdebar sangat kencang tiba - tiba ponsel Sheilla berbunyi dan saat ia mengangkat telfon itu, ia sangat terkejut ketika mendengar ibunya meminta tolong. akhirnya aku dan sheilla langsung pulang ke rumahnya dan saat tiba dirumahnya, pintu rumah terbuka dan kami langsung masuk ke dalam rumahnya. sheilla sangat terkejut melihat ibunya yang sudah tidak bernyawa kami langsung membawa ibu merry ke rumah sakit dan aku bisa merasakan sheilla terlihat sangat sedih dan menyesal karena tidak pulang lebih awal. aku meminta maaf padanya karena aku yang menyebabkan ia pulang terlambat ke rumah tetapi sheilla tidak mempermasalahkan hal itu " maafkan aku, ini semua kesalahanku sehingga nyawa ibumu tidak bisa terselamatkan" " aku yakin ada orang jahat yang berniat menyakiti ibuku" sheilla menangis histeris dan aku berusaha menenangkannya. aku tau apa yang dihadapinya sangat berat apalagi ia sekarang sebatang kara. aku berusaha meyakinkan Sheilla jika aku tidak akan pergi meninggalkannya dan aku akan mencari pembunuh yang telah menghabisi nyawa ibunya " aku berjanji padamu tidak akan meninggalkanmu dan aku akan mencari pembunuh yang telah menghabisi nyawa ibumu" " terima kasih Micky" aku memeluk sheilla dengan erat dan aku mengajak sheilla untuk tinggal di apartemenku karena aku tidak ingin ia bernasib sama seperti ibunya. sheilla menurutiku dan ia membawa semua barang - barangnya ke apartemenku. aku menyuruh anak buahku untuk menjaga rumah Sheilla selama sheilla berada di apartemenku *** SHEILLA POV Aku tidak tau siapa yang tega menghabisi nyawa ibuku karena setauku ibu tidak memiliki musuh. tiba - tiba aku teringat dengan mantan bosku, Miller, yang dulu berusaha mengejarku tetapi aku tidak pernah mau karena ia sudah memiliki seorang istri. aku tidak ingin menjadi penghancur rumah tangga orang lain tiba - tiba aku mendapat pesan yang berisi ancaman terhadap diriku. aku tidak tau siapa yang mengirim pesan itu yang jelas aku menduga jika yang mengirim pesan itu adalah istri bosku, ellen. Rasanya tidak mungkin aku menceritakan hal ini kepada Micky karena aku sudah terlalu banyak merepotkannya aku tidak ingin membebani pikirannya dengan masalah yang aku hadapi saat ini. biarlah aku yang merasakan derita ini asalkan Micky tidak terkena imbasnya. aku tidak ingin ada yang tersakiti karenaku. sejujurnya aku merasa kehilangan ibuku karena hanya ibu satu - satunya yang kumiliki di dunia ini semenjak ayahku meninggal *** ELLEN POV Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan wanita itu hidup tenang. setelah berhasil menghabisi nyawa ibunya, aku tidak sabar ingin segera melenyapkan dari dunia ini agar miller tidak berusaha mengejarnya. rumah tanggaku bersama Miller hampir kandas karena wanita itu. aku tidak akan membiarkan wanita itu menghancurkan rumah tanggaku yang sudah lama ku bina dengan Miller " apa yang kau lakukan terhadap Sheilla?" " apa maksudmu?" " aku tau kau semalam menyuruh anak buah untuk menghabisi ibu sheilla! dasar wanita kejam!" " kau jangan asal menuduhku! lagipula tidak ada bukti aku yang melakukan semua ini!" " aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Sheilla!" aku sangat kesal karena Miller pergi meninggalkanku dan lebih membela wanita itu. aku tidak akan membiarkan wanita itu hidup lebih lama karena gara - gara ia, Miller jadi melupakan tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah dari anak - anakku. aku menghubungi anak buahku untuk segera melenyapkan wanita itu karena aku sudah tidak tahan melihat miller yang selalu saja menyebut wanita itu setiap kali kami bertengkar *** JERRY POV Akhirnya aku mengakhiri pertunanganku dengan Sandra meskipun orang tuaku tidak setuju dan aku tidak peduli karena dari awal aku tidak mencintai sandra. aku memutuskan untuk pergi ke rumah Angel dan saat tiba disana, angel tepat di depan mobilnya, lalu aku datang menghampirinya  angel terlihat sangat terkejut dengan kedatanganku dan ia menyuruhku pergi tetapi aku tetap tidak mau pergi sampai ia mendengarkan perkataanku. akhirnya Angel mengalah dan aku menjelaskan semuanya jika aku sudah mengakhiri pertunanganku dengan sandra. awalnya Angel tidak percaya dengan perkataanku tetapi aku berusaha meyakinkannya hingga ia percaya padaku " angel, aku sudah mengakhiri pertunanganku dengan Sandra. aku melakukan itu semua karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu" Angel menangis terharu mendengar perkataanku dan aku memelukknya dengan erat dan ia membalas pelukanku. aku senang karena angel mempercayai perkataanku karena aku hanya ingin bersama Angel dan tidak ada yang bisa menggantikan Angel dihatiku. akhirnya aku dan angel berbaikan seperti dulu *** MICKY POV Hubunganku dengan Sheilla semakin dekat dan rasanya aku sangat ingin menyatakan perasaanku padanya. aku ingin ia tau jika aku sangat mencintainya setulus hati. akhirnya aku mengajaknya makan malam bersamaku. sheilla terlihat sangat lelah karena sibuk bekerja seharian aku berusaha menghiburnya dan ia merasa terhibur dengan leluconku. tidak beberapa lama pesanan kami datang dan kami langsung menyantap makanan yang sudah dipesan. setelah itu aku mengungkapkan perasaanku padanya dan ia sangat terkejut mengetahui hal itu. ia terlihat tidak percaya dengan perkataanku dan aku berusaha meyakinkannya hingga ia luluh kepadaku " sheilla, sejujurnya aku sangat mencintaimu dari awal kita bertemu. hanya saja waktu itu aku memilih untuk memendam perasaanku karena saat itu aku merasa kurang pantas untukmu. malam ini aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku padamu dan aku sangat ingin kau menjadi kekasihku" " micky, aku tidak pantas untukmu. aku hanyalah wanita biasa sedangkan kau kaya raya dan bergelimang harta. kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku" " kau tidak boleh berkata seperti itu. aku tidak peduli dengan latar belakangmu. aku tau kau wanita yang sangat baik dan perhatian terhadapku. aku tidak ingin kehilangan wanita sebaik dirimu" sheilla menangis terharu dan aku berusaha menghapus air matanya, lalu aku memeluknya dengan erat. aku tidak ingin melihat Sheilla menangis karenaku karena aku sangat ingin melihatnya tersenyum " aku berjanji akan membuatmu bahagia dan melindungimu dari orang - orang yang berniat jahat terhadapmu" " aku tidak ingin melihatmu terluka karenaku" " aku tau kau sangat peduli padaku. tolong terima cintaku yang tulus ini. aku berjanji tidak akan meninggalkanmu" " baiklah, aku mau menjadi kekasihmu" " terima kasih sayang. aku memang pria yang paling beruntung bisa mendapatkanmu" aku sangat bahagia karena sheilla menerima cintaku. aku tau kami memang ditakdirkan untuk bersama dan aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menyakiti sheila dan menjaganya dari orang - orang yang berniat jahat terhadapnya. aku berharap hubungan kami bisa berlanjut ke tahap yang lebih serius karena aku sangat ingin menikahinya *** SHEILLA POV Aku sangat bahagia karena aku dan micky menjadi sepasang kekasih. aku tidak menyangka jika impianku menjadi kenyataan yaitu memiliki kekasih sebaik Micky. saat kami hendak pulang ke apartemen, aku merasa ada yang mengikuti kami dari belakang sehingga aku memperingatkan Micky untuk mengebut " micky, sepertinya daritadi ada yang mengikuti kita dari belakang" " aku tau sayang dan kau tidak usah khawatir karena aku akan mengecoh orang itu sehingga ia tidak bisa mengejar kita" seperti dugaanku micky mengebut sehingga orang yang berusaha mengikuti kami tidak berhasil mengejar kami. aku bersyukur karena Micky cepat tanggap terhadap keadaan yang darurat sehingga kami sampai di apartemen dengan selamat " syukurlah kita sampai dengan selamat" " selama ada aku, kau tidak perlu khawatir karena aku akan menjagamu" " terima kasih sayang" akhirnya kami memutuskan untuk istirahat. saat aku berada di kamar, ponselku berbunyi dan aku melihat nomor yang tidak dikenal. aku langsung mematikan ponselku. tidak beberapa lama ada pesan masuk dan lagi - lagi orang yang sama berusaha mengancamku. aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkan ancaman itu karena aku percaya Micky akan melindungiku **** MICKY POV Aku sangat senang karena hari ini bisa makan bersama dengan kedua orang tuaku dan kakak - kakakku. clara berencana ingin mengajakku untuk ikut mendaki bersamanya. sejujurnya aku sudah lama ingin mendaki gunung tetapi aku sangat sibuk mengurus pekerjaanku sehingga aku tidak ada waktu untuk berlibur akhirnya aku berencana untuk mengajak Sheila pergi bersama kami karena sheila suka bepergian ke alam. setelah makan malam bersama keluargaku, aku langsung menghubungi Sheila dan membicarakan tentang rencana mendaki bersama kedua kakakku dan sheilla ingin ikut bersama kami tiba - tiba sambungan telfon terputus dan entah kenapa firasatku mengatakan jika terjadi sesuatu kepada Sheilla hingga aku memutuskan untuk pergi ke apartemen. saat aku tiba disana, aku melihat Sheilla di seret oleh seorang pria dan ia memaksa sheila untuk masuk ke dalam mobil. lalu pria itu membawa sheila pergi dan aku langsung mengikuti mobil itu pergi selama berjam - jam aku mengikuti mobil itu sampai akhirnya mobil itu sampai di sebuah gudang tua yang letaknya jauh dari pemukiman warga. setelah mobil itu berhenti di depan gudang, dua pria turun dari mobil dan menyeret sheila masuk ke dalam gudang dan aku langsung menghubungi anak buahku untuk segera datang menyelamatkan sheila lalu aku mencari jalan agar kedua pria itu tidak melihatku sampai aku menemukan Sheila yang kedua tangannya terikat. aku langsung mencoba melepas ikatan di tangannya sampai aku berhasil membawanya pergi dari gudang itu secara hati - hati. tidak beberapa lama. anak buahku datang membereskan kedua pria yang berusaha menculik sheilla aku bersyukur sheila tidak terluka sedikit pun dan aku berhasil menyelamatkannya. lalu aku membawanya ke sebuah hotel agar ia bisa menenangkan dirinya. aku bisa melihat sheilla masih trauma dengan penculikan yang baru saja di alaminya dan aku berusaha menghiburnya agar ia tidak ketakutan. sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan sheilla dilukai oleh siapapun *** SEBULAN KEMUDIAN CARLA POV Aku mengajak adik - adikku mendaki gunung. aku bersyukur karena Jace, Jerry dan sheila mau ikut bergabung bersama kami. kami memutuskan untuk bepergian selama tiga hari. rasanya aku sudah lama tidak merasakan sejuknya udara di pegunungan. kami semua sudah membaawa perbekalan selama tiga hari aku, angel dan sheila sudah membagi tugas. begitu juga dengan micky, jace dan jerry. kami memiliki tugas masing - masing sehingga semuanya saling bergotong royong. setelah menempuh perjalanan yang jauh, kami sampai di gunung yang kami tuju. Jace memarkirkan mobilnya, lalu kami berjalan memasuki hutan belantara aku dan jace saling berpegangan. begitu juga dengan yang lain. aku merasa Jace sangat memperhatikanku dan ia tidak ingin aku terluka. rasanya aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersamanya. hampir satu jam kami menyusuri hutan sampai kami tiba di dekat air terjun lalu kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menghabiskan waktu bermain air di dekat air terjun. kami semua bahagia dan aku merasa ide mengajak adik - adikku berlibur ke pegunungan merupakan ide yang sangat tepat. hari sudah menunjukkan pukul empat sore dan kami melanjutkan perjalanan hingga kami memutuskan untuk mendirikan tenda di tengah hutan aku, angel dan sheilla memasak makanan untuk nanti malam. kami memasak menggunakan kayu bakar sehingga lebih efisien. dua jam kemudian, kami selesai memasak, lalu kami menghidangkan makanan di dalam tenda. lalu kami menikmati makan malam. aku melihat micky dan sheila terlihat sangat mesra dengan saling menyuapi satu sama lain sedangkan jerry dan angel makan sepiring berdua. rasanya aku iri melihat kemesraan yang ditunjukkan adik - adikku. aku dan jace masih berteman dan hubungan kami tidak seperti yang lain. saat aku sedang makan, Jace mencoba menghapus sisa makanan di ujung bibirku dan aku tersipu malu ketika angel dan micky menggodaku malam itu adalah malam yang sangat indah karena aku bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh angel dan micky. setelah selesai makan, kami bernyanyi bersama dan Jace menunjukkan kebolehannya bermain gitar. aku terpana melihatnya bermain gitar sambil bernyanyi untukku rasanya baru kali ini ada pria yang menyanyikan sebuah lagu untukku dan rasanya aku sangat bahagia. setelah kami selesai bernyanyi, kami memutuskan untuk beristirahat karena besok pagi kami harus melanjutkan perjalanan **** SHEILLA POV Entah kenapa malam ini aku tidak bisa tertidur karena memikirkan pesan ancaman dari orang yang sama. orang itu sangat ingin melenyapkanku dari dunia ini tetapi aku tidak akan membiarkan orang itu menyakitiku karena aku ingin hidup bahagia bersama Micky. aku berusaha memejamkan mata tetapi tidak bisa tiba - tiba Micky terbangun dan ia tau jika aku belum tidur. kemudian ia memelukku sangat erat sambil mencium puncak kepalaku dengan sayang. aku tau Micky tidak akan membiarkanku terluka apalagi disakiti oleh orang lain. aku beruntung memiliki kekasih sebaik Micky yang sangat mengerti diriku *** ANGEL POV Saat aku terbangun di pagi hari, aku menyadari jika carla dan sheila sedang memasak. lalu aku ikut bergabung bersama mereka. hari ini kami akan memasak nasi dan ikan karena hanya itu yang bisa kami masak sekarang. setelah selesai memasak, kami makan bersama dan rasanya sangat menyenangkan bisa berlibur bersama adik dan kakakku setelah selesai makan, kami membereskan semua barang - barang karena kami akan melanjutkan perjalanan. pagi ini udara sangat sejuk dan kami mendengar burung berkicau. aku dan jerry saling berpegangan tangan. rasanya sangat membahagiakan pergi bersama dengan orang - orang yang di sayangi aku tidak menyangka jika perjalanan kami menyusuri bukit hingga kami sampai di puncak gunung. kami semua sangat bahagia karena tujuan kami untuk mencapai sampai puncak terwujud dan kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kami memutuskan untuk turun dari puncak gunung *** JERRY POV Aku melihat Angel sangat menikmati liburan bersama dengan saudara - saudaranya. aku senang melihatnya bahagia dan saat kami bersama. saat kami menelusuri hutan, kami bertemu dengan pendaki lain dan sepertinya mereka baru saja datang bersama dengan rombongannya. tidak terasa kami harus kembali ke kota setelah menempuh perjalanan selama tiga hari clara berjanji bulan depan akan mengajak kami untuk berlibur ke pantai. kami sangat senang mendengarnya dan aku memutuskan untuk lebih mengakrabkan diri dengan saudara Angel. kami menempuh perjalanan selama tiga jam sampai kami tiba di kota. besok malam aku ingin mengajak angel nonton film bersama  rasanya aku tidak ingin berpisah dengan angel karena aku sangat mencintainya dan aku sangat berharap hubungan kami bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius *** ELLEN POV Rasanya aku kehabisan cara untuk menghabisi wanita itu. akhirnya aku memutuskan untuk melenyapkan wanita itu dengan tanganku sendiri karena semua cara tidak ada yang berhasil. aku memutuskan untuk pergi ke rumah wanita itu dan ternyata disana banyak orang yang menjaga rumahnya tidak beberapa lama ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah wanita itu dan saat wanita itu turun dari mobil, aku langsung mengambil pistol dan mengarahkan pistol itu ke arah wanita itu dan menembakkan pelurunya ke arah wanita itu. aku sangat puas ketika melihat wanita itu tumbang seketika dan aku langsung kabur ketika ada yang melihatku *** MICKY POV Aku sangat terkejut ketika melihat Sheila tumbang karena ada yang menembaknya dan aku langsung menyuruh anak buahku untuk mengejar wanita yang menembak sheila. aku langsung membawa Sheila ke rumah sakit dan tidak beberapa lama kami sampai di rumah sakit. sheila langsung di bawa ke ruang operasi  aku langsung memberitahukan hal ini kepada clara dan angel. tidak beberapa lama mereka tiba di rumah sakit dan mereka sangat terkejut ketika mengetahui Sheila di tembak oleh seorang wanita yang tidak dikenal. clara dan angel berusaha menenangkanku dan ia tidak ingin melihatku bersedih karena memikirkan Sheila " Micky, kau tidak boleh cemas karena aku yakin sheila pasti selamat" " apa yang dikatakan clara sangat betul. kami tidak akan meninggalkanmu" " terima kasih atas dukungannya. jangan sampai papa dan mama tau tentang hal ini. pasti mereka sangat khawatir memikirkan kondisi Sheila" " kau tenang saja, kami tidak akan memberitahukan hal ini kepada mama dan papa" tidak beberapa lama dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahukan kepada kami jika sheila membutuhkan donor darah dan aku mendonorkan darahku untuknya. aku tidak berhenti berdoa kepada Tuhan agar nyawa sheila bisa di selamatkan karena aku tidak ingin kehilangannya beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahu jika nyawa Sheila bisa di selamatkan dan kami sangat bahagia mendengar hal ini. lalu kami menjenguk keadaan Sheila dan aku tidak tega melihatnya yang terbaring lemah tak berdaya. aku berharap semoga keadaan sheila segera membaik sehingga kami bisa bersama seperti dulu aku bersyukur memiliki kedua kakak yang sangat baik dan perhatian terhadapku. mereka tidak berhenti memberiku semangat agar aku tidak putus asa untuk selalu berdoa kepada Tuhan. aku berharap semoga ada keajaiban yang terjadi sehingga sheila segera siuman dan aku tidak ingin melihatnya seperti ini. hidupku terasa hampa jika tidak ada Sheila karena selama ini sheila yang selalu memberiku semangat untuk menjalani hidup
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD