“Mas R-Reza, kamu bercanda, kan?” tanyanya dengan suara bergetar. Reza hanya terkekeh kecil, lalu menatapnya lekat-lekat. “Menurut kamu?” Reza tidak main-main. Tatapannya begitu lekat, nyaris menelanjangi Sekar hanya dengan sorot matanya. Sekar mundur selangkah, tapi punggungnya sudah terhalang meja. Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena terkejut, tapi juga karena ketakutan yang merayap perlahan di dalam dirinya. Ini tidak mungkin. Reza, pria baik-baik yang selalu dipuja ibu-ibu kompleks, pria yang punya istri sempurna seperti Aluna—benarkah dia baru saja mengajaknya menjadi simpanan? “Kenapa?” Sekar akhirnya bersuara. Suaranya bergetar. “Kenapa aku?” Reza tak langsung menjawab. Ia tampak menikmati kebingungan Sekar, seolah itu adalah hiburan yang sudah lama ingin ia nikmati. Ia mengan

