bc

The First Wound

book_age16+
245
FOLLOW
1K
READ
BE
drama
heavy
bold
genius
witty
like
intro-logo
Blurb

Hidup dengan keluarga yang utuh itu sangat menyenangkan pastinya. Lengkap dengan dua sahabat yang selalu ada di samping Keisha. Keisha tumbuh dengan kekeras kepalaannya. Sanggup melanggar aturan larangan dari Papanya. Keisha pacaran meski itu di larang keras oleh Papa. Serta Keisha rela menjauhi sepupunya karena takut di putuskan oleh Alvaro sang pacar.

Hingga kata karma menghampiri Keisha. Di saat hari pernikahannya. Calon suaminya tidak datang untuk menjalankan akad. Sehingga ia harus rela di nikahi oleh sepupunya yang tidak ada hubungan darah dengannya sama sekali. Orang itu adalah Dony, lelaki yang dulu ia jauhi demi pacarnya.

"Kita sekarang sudah suami istri, Kei. Nggak ada harus di sesali di sini." Meski demikian Keisha sangat susah membuka hatinya yang saat itu sudah membeku.

Cover by: PuanSrt

Pict: https://pin.it/7APVVO9

Front: Text On Photo

chap-preview
Free preview
(One) Pernikahan?
Rumah besar milik Denis sudah di dekor secantik mungkin untuk pernikahan putri sulungnya. Meski Denis belum rela melepaskan Keisha sepenuhnya. Tapi ua bisa apa? Selalu di liputi rasa khawatir kalau putrinya semakin bergaul jauh lebih dari kata pacarannya. Walaupun selama ini dia seolah tidak tahu kalau putrinya itu pacaran dengan sahabatnya sendiri. Dia memilih diam dan memantau dari jauh bagaimana tingkah laku putrinya itu. Kalau sudah melebihi batas Denis akan turun tangan sendiri. "Om!" Denis yang sedang berbicara dengan penghulu yang kebetulan baru tiba pun menoleh ke arah Doni yang kini berada di depannya. "Ada apa?" tanya Denis, tapi Doni mengisyaratkan nya agar mendekat. "Kenapa, Don?" tanya Denis kembali. Sementara Doni meneguk salivanya susah payah. "Alvaro pergi ke luar negeri, om. Dia baru saja menelepon saya. Dan keluarga Varo semuanya ikut pergi." ujar Doni tertunduk melihat raut wajah Denis sudah berubah. "Maksud kamu apa?" tanya Denis mencoba menahan amarahnya sekarang. "Varo mau batalin pernikahannya." ucap Doni setelah itu tubuhnya terjatuh karena pukulan dari Denis. "Jangan asal ngomong kamu?!" bentak Denis dengan tangan terkepal dan siap memukul Doni lagi kalau saja Shayra tidak datang menghalangi suaminya yang hendak memukul keponakannya. "Ada apa ini, mas? Kenapa kamu pukul Doni?" tanya Shayra. Denis dengan amarahnya menunjuk Doni. "Dia bilang kalau Alvaro dan keluarganya pergi ke luar negeri." ungkap Denis dengan tajam. Shayra terbelalak. "A-apa maksudnya? A-aku nggak ngerti." Ibu dari dua anak itu menatap sang keponakan dengan penuh tanya. Doni pun berdiri setelah itu. "Maaf, om. Atas nama Varo saya minta maaf." Lelaki itu tertunduk terus menggumamkan kata maaf. Meski dalam hati mencaci sahabatnya yang tidak tahu itu. Denis terus berusaha menelepon pihak keluarga Varo, tapi hasilnya tetap nihil. Malah nomornya di blokir langsung. "Sialan!" umpat Denis spontan. Pria itu mengacak rambutnya frustasi. "Terus ini gimana Doni? Para tamu sudah datang, keluarga kita pasti malu nantinya." Denis memeki tak kuasa menahan semua amarahnya. Dalam ruangan itu. Baik Shayra dan Denis terdiam. Suami istri merasa terpuruk apalagi memikirkan nasib putri mereka. "Aku bakal gantiin posisi Varo." kata Doni dengan penuh keyakinan. Denis langsung terkekeh pelan. "Jangan main-main kamu." ujarnya tidak suka. Namun, Doni menggeleng. "Saya serius, om." Doni menjeda. "Daripada keluarga kita malu kalau pernikahannya di batalkan." lanjutnya. Shayra dan Denis saling pandang sebelum mengangguk juga. *** "Kei!" Panggil Doni yang baru saja memasuki kamar Keisha yang kini sudah sah menjadi istrinya. "Ayo keluar para tamu sudah nungguin." ajak Dono dan hendak menggenggam tangan Keisha. Tapi gadis itu menepis nya kasar. "Di mana Varo?" tanya Keisha dingin. "Jangan tanya si b******k itu lagi. Sekarang ayo keluar!" ajak Doni lagi. Hatinya panas karena Keisha masih menanyakan cowok itu setelah mereka melewati masa sulit beberapa jam yang lalu. "Nggak mau!" tolak Keisha langsung. Doni menghela napas. "Kei, gue sekarang suami lo dan tugas istri itu harus nurutin kata suami nya." tekan lelaki itu. Mata Keisha berkaca-kaca. "Persetan dengan semua itu. Gue mau cari Varo sekarang." Keisha hendak pergi dari sana, tapi dengan cepat Doni mencekal tangan istrinya itu. "Pernah nggak sih, lo lihat ke arah gue sekali aja?" tanya Doni. Keisha jadi dian bergeming di tempat. "Dari kecil gue selalu nahan perasaan gue ke elo. Sampai lo dan Varo akhirnya pacaran, gue tetap nahannya. Karena apa?" Doni bertanya. "Karena gue sayang sama lo dan nggak mau merusak kebahagiaan lo. Meski gue tersakiti." Doni merasa dadanya terhimpit. Keisha mulai terisak menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Merasa hancur saat mengetahui calon suaminya tidak datang malah ia menikah dengan sepupunya sendiri. Miris sekali hidup Keisha sekarang. Doni pun tidak tega melihatnya, merengkuh tubuh mungil Keisha. Menepuk bahu istrinya itu dengan pelan. "Sakit banget, Don." lirih Keisha dengan isak tangis. "Ada gue di sini." balas Doni dengan rahang mengeras. Selain faktanya kalau Keisha tidak mencintainya. Hal yang lebih menyakitkan adalah, Doni selalu menjadi tameng Keisha ketika gadis itu sedih atau sedang bertengkar dengan Varo. Meski Doni sudah di jauhi oleh Keisha secara terang-terangan. Lelaki itu tetap mendekati Keisha kala gadis itu dalam terpuruk seperti sekarang. "Gue hancur, Don." Keisha mendongak menatap Doni dengan mata sembab nya. "Kenapa Varo tega lakuin ini?" tanya Keisha kembali terisak dan Doni langsung memeluk Keisha lagi. "Hati gue lebih hancur lihat lo begin, Kei." gumam Doni pelan. Cinta memang indah, tapi menyakitkan kalau ada pengorbanan dari seseorang. "Kita sekarang sudah suami istri, Kei. Nggak ada harus di sesali di sini." ucap Doni pelan. *** Tamu berteriak heboh melihat wajah mempelai pengantin perempuan yang baru keluar sekarang. Make up Keisha luntur sudah di perbaiki oleh tim MUA. Dengan senyum palsunya, Keisha berjalan menaiki singgana yang seharusnya ia duduki dengan Varo sekarang. "Keisha cantik bangetnya." celutuk salah satu tamu di sana. Meski aneh karena mempelai prianya beda dengan di foto undangan. "Itu kenapa cowoknya lain dari foto prewedding di depannya?" bisik mereka. Alhasil semua orang menggosip sana sini karena pria laki-laki berbeda sekali. "Doni ikut ayah." Dimas tak lain dan tak bukan adalah ayah Doni menarik kasar tangan putranya menuju belakang rumah yang cukup sunyi. Bugh! "Bodoh!" Satu pukulan kembali mengenai rahang Doni Dimas sekarang menatap anaknya berang. "Kenapa kamu ambil keputusan tanpa nanya ayah atau bunda dulu, hah?!" tanya Dimas kepalang emosi. "Kamu b**o! Atau gimana sih?!" Dimas menarik kerah baju pengantin yang Doni kenakan. Membuat lelaki itu tercekik saking kuatnya tenaga Dimas. "Kamu nggak pikir apa? Kalau ayah sama bunda sudah sepakat bakal mengirim kamu ke London buat lanjut belajar disana. Tapi kenapa kamu menikah di usia muda begini hah?! Kamu mau hancurin masa muda kamu sendiri?!" teriak Dimas dengan mata memerah. "Jawab?!" sentak Dimas lagi di depan wajah Doni yang kini memejamkan matanya. "Ah, sial!" Dimas kembali memukul anaknya sendiri meski ini bukan untuk pertama kalinya. "Maaf, yah." ucap Doni pelan. Dimas kembali menatap putranya itu. "Nggak guna maaf kamu itu." balasnya. "Mulai sekarang kamu belajar bisnis sama ayah. Anggap itu sebagai hukuman karena kamu mengambil keputusan gegabah ini." Dimas menarik Doni agar anak itu berdiri tegap. "Dalam setahun kamu harus bisa mempelajari itu semua dan harus bisa menggantikan posisi ayah secepatnya di perusahaan kita sebagai CEO baru." tekan Dimas dalam. "Tapi yah, aku—" "Ayah tidak suka di bantah kamu tahu itu, kan?" tanya Dimas dengan senyum miringnya. Dengan lesu akhirnya Doni menyetujui permintaan ayahnya itu. Lagi pula Doni tidak bisa membantah atau bagaimana. Ini sudah konsekuensinya menikahi Keisha tanpa berbicara sama orangtuanya terlebih dulu. Meski Doni tahu kalau dia tidak suka mempelajari dunia bisnis itu. Tapi demi Keisha dia kembali merelakan cita-citanya untuk menjadi pemain biola terkenal. Dimas kembali menghempaskan tubuh Doni membuat anak itu mundur beberapa langkah. Mata Doni mengerjap sayu melihat punggung ayahnya sudah menjauh di depan sana ada bundanya yang menatap nya sendu. Tapi wanita itu tidak bergerak sedikitpun untuk mendekati Doni yang kini terduduk lemas.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook