BAGIAN 28 | KASUS YANG TIDAK PERNAH BERHENTI

998 Words
“Sudah aku katakan jika tidak usah datang bersamaan, cukup Benedict saja yang melaporkannya padaku anak-anak!” Perhatianku tertuju pada 6 anak jalanan yang terlihat antusias saat ini, berdiri di depan pintu rumahku dengan wajah bersinar. Aku berharap jika mereka membawakan sebuah informasi yang aku inginkan dan memang berguna. “Kami menemukan orang dengan ciri-ciri yang Anda maksud, Sir. Dia lelaki gendut, matanya hijau dan berkumis tipis juga bertato. Langkahnya terlihat terburu-buru saat menuju ke arah Peron yang menuju ke arah danau. Tidak banyak penumpang yang memasuki peron, hanya dia dan beberapa orang tua lainnya. Tapi hal yang menarik, aku menemukan ini di anak tangga. Sepertinya Anda bisa melihatnya!” Sebuah benda berbentuk bulat, aku tersenyum menyeringai saat melihat cincin berinisial E baru saja di serahkan oleh Benedict padaku. Tidak membutuhkan waktu lama, aku lekas mengambil sekeping emas dari balik sakuku. Anak jalanan yang jenius, aku sudah tahu mereka ini memang layak untuk di pekerjakan. “Ini bagianmu, dan ini upah untuk temanmu yang lain. Bijaksanalah dalam membagi, supaya kau bisa makan dengan tenang dan tidur tanpa khawatir hartamu akan hilang!” “Baik sir, aku tidak akan korupsi. Semua temanku ini bekerja dengan baik dan membantuku, aku akan membaginya dengan adil dan merata. Kami pergi dulu sir, lain kali jika Anda membutuhkan bantuan seperti ini. Tawarkan padaku dan aku akan mencari lubang sekecil tikus pada Anda!” Aku tertawa, dan melihat anak-anak kecil itu yang berlari keluar dari gerbang rumahku. Melihat mereka, aku jadi teringat dengan diriku semasa kecil. Pekerjaan apapun aku lakukan demi bisa mencari sesuap nasi. Aku lekas masuk, dan mendapati tatapan penasaran daripada Yuwen. “Anak-anak itu lebih mudah untuk diandalkan daripada para petugas itu, mereka bisa menempati ruang manapun tanpa ada yang mencurigai mereka. Bayangkan jika aku mempekerjakan polisi yang membangakan seragam mereka. Dari kejauhan saja, orang-orang sudah menghindar dan menutup mulut mereka di dekatnya. Anak-anak itu cukup lincah untuk mendapat petunjuk terakhir yang kita butuhkan untuk memecahkan masalah ini!” Yuwen tersenyum dan menggelengkan kepala, “Aku secara tertulis mengatakan jika kau memang genius, Lio. Aku bahkan tidak kepikiran akan mempekerjakan anak kecil, dan bahkan tidak pernah yakin dengan mereka!” Pernyataan konyol, sangat mudah untuk menarik perhatian anak kecil dan melihat kejujuran mereka, “Berilah aku setengah koin emas saat usiaku seperti mereka. Maka aku akan mencarikan petunjuk yang menarik. Mengenai mereka jujur atau tidak, aku percaya dengan mereka ketika menemukan cincin ini. Kau lihat? Mereka bahkan bisa melihat benda sekecil ini terjatuh dari tangan pembunuh itu. Aku yakin dia memang tidak menyadari jika menjatuhkan ini. Yang membunuh Fred bukanlah pria itu, Fred memang terbunuh karena anjing neraka itu.” “Bagaimana kau bisa tahu? Sudah jelas itu adalah perbuatan daripada si lelaki bermata hijau itu, Lio. Aku tidak tahu jika aku percaya dengan bualan Fred mengenai anjing neraka dan juga ruangan itu. Secara teori, itu sama-sekali tidak masuk akal.” Aku menarik sudut bibirku, “Fred adalah salah satu orang yang percaya pada penyihir, kita hidup bukan dengan manusia saja. Tapi juga dengan para penganut ilmu hitam itu, anjing itu bukanlah anjing sesungguhnya dan dia tidak berasal dari neraka. Apa kau memang menganggap bahwa anjing itu adalah anjing sungguhan dan berasal dari neraka hanya karena aku mengibaratkannya demikian?” “Lalu? Tunggu dulu, apa maksudmu dengan ini, aku benar-benar bingung!” “Setelah aku melihat mengenai Fred, dia memiliki banyak musuh yang berasal dari penyihir—penganut aliran ilmu hitam. Kita tidak perlu membahas lebih dalam mengenai mereka, tapi mereka itu nyata. Jika ilmu hitam mereka sudah sempurna, mereka bisa berubah menjadi hewan yang mereka inginkan. Salah satunya adalah mengenai anjing itu, aku yakin dari nenek moyang mereka sebelumnya juga sudah memiliki musuh bebuyutan. Anjing itu memang sengaja datang untuk membalaskan dendam itu. Tidak ada yang perlu kita bicarakan mengenai masalah Fred dan penganut ilmu hitam itu.” “Apa kau serius dengan ucapanmu barusan, Lio? kau terlihat ingin mempermainkanku dengan pengetahuan sejarah mu itu. Aku tidak tahu mengenai penganut ilmu hitam itu dan mengenai perubahan wujud mereka sebelumnya. Apa kau sedang membual padaku sekarang?” “Kau bisa membaca buku-buku di rak lantai bawah jika kau ingin mencari tahu mengenai kebenarannya. Gerbong kereta itu akan berhenti di perempatan danau, seperti yang anak-anak itu katakan. Aku akan memberikan petunjuk pada Antony untuk menangkap pelakunya!” “Antony? Aku pikir kau membencinya sehingga berkata ingin lepas tangan dari kasus ini dan berhenti membantunya!” “Aku sengaja melakukan hal itu, karena tidak ingin dia menjadi korban selanjutnya. Lelaki dari scotland itu adalah salah satu penganut aliran itu, dia adalah orang yang ditugaskan untuk membunuh Antony jika dia ingin mengungkit masalah pembunuhan itu. Mudah untuk mengetahuinya dari cara dia melihat gerak-gerik Antony. Aku berharap Antony saat ini sudah berada di peron, aku memberinya petunjuk bahwa tidak seharusnya dia melakukan hal yang lebih tapi jangan terlalu ketara!” “K—kenapa? Tunggu dulu, kau mengatakan jika lelaki dari scotland itu adalah utusan dari para penganut aliran hitam itu untuk membunuh Antony. Tapi kenapa kau tidak mengatakannya saja secara langsung pada Antony?” “Aku pikir otakmu sudah berkembang setelah aku mengatakan mengenai penganut itu, tapi sepertinya tidak!” Wajah Yuwen tiba-tiba berubah menjadi kesal saat aku mengatainya bodoh. Tapi memang itulah adanya, aku memang sedikit kesal pada Yuwen jika dia tidak cepat sadar dengan keadaan. Aku menatapnya yang masih memberiku dengan tatapan jengkelnya. “Jika aku mengatakannya maka sama saja dengan mengantarkan neraka bagi Antony, Yuwen. Sekarang lelaki scotdland itu sudah kembali. Sejak Antony memutuskan untuk menutup kasus itu, dia memang sudah pergi. Sekarang kita harus akan membantu dia untuk menemukan si mata hijau itu, maka kasus ini akan seleasi. Aku harap kau tahu apa maksudku!” “T…ta” “Ingin berjunjung ke rumah Leano?” Yuwen tanpa linglung dan kebingungan, dia seperitnya masih tidak mencerna apa yang baru saja terjadi. Yuwen mengambil mantel tebalnya dan mengikutiku keluar. Yuwen memang masih harus banyak belajar, tapi meskipun demikian, aku berterima kasih padanya. Dia memiliki kejelian dalam bekerja dan juga bisa di percaya.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD