bc

Di Hari yang Dijanjikan Tuhan Nanti

book_age4+
1
FOLLOW
1K
READ
love after marriage
arranged marriage
goodgirl
brave
drama
sweet
first love
spiritual
polygamy
wife
like
intro-logo
Blurb

Bukan ini yang Sina harap. Hanya saja cinta dan asa yang tertambat, semakin terasa menjerat.

Sina tidak tahu kenapa ia disebut perebut suami orang, padahal jika dipikir ulang, ia adalah yang pertama untuk Muhyi. Lagi, pernikahan Muhyi dan Anis berlangsung ketika Muhyi tengah menjalani komitmen dengannya untuk menikah selepas ia kuliah dan pulang dari Maroko.

Sina pikir, ia yang harusnya lebih pantas untuk Muhyi. Hanya saja waktu yang membuatnya kalah cepat dan menjadikannya berada di posisi kedua.

Kendati demikian, Sina selalu yakin, suatu saat ia akan menjadi pemenangnya. Ia akan menjadi satu-satunya untuk Muhyi. Jika tidak di dunia ini, barangkali di hari yang dijanjikan Tuhan nanti.

chap-preview
Free preview
0 | Prolog
“Kak Muhyi ….” Dari terakhir kali mengenalnya, Muhyi tahu kalau gadis itu makin tumbuh menjadi lebih segalanya. Lebih tinggi, lebih cantik, lebih pintar, dan lebih mahir menebar nuansa magis dalam dadanya. Waktu telah mendewasakan gadis itu, sehingga kini tiada lagi Sina yang dalam pandangan Muhyi begitu lugu dan lucu. Dia kini, hanya gadis dewasa yang selalu sukses membuat sulur kehangatan menjalar dan membelit erat hati Muhyi. Membuat hari-hari Muhyi menjadi lebih ceria dan berwarna. “Aku merindukanmu setiap hari. Bahkan ketika mata ini bisa menjangkau keberadaan dirimu di depanku, aku tidak bisa berhenti merindukanmu.” Senyum tipis Muhyi tersemat. Ditatapnya manik kecokelatan Sina dengan lekat. “Itu lirik lagu, hm?” tebaknya. Tawa kecil Sina lepas mengudara. Ke depannya, tawa yang paling Muhyi suka itu akan menjadi salah satu hal yang paling dirindukannya. “Janji jaga hati sampai aku kembali, ya?” “Insya Allah.” Muhyi tahu, jarak antara Indonesa dan Maroko akan terbentang di antara mereka kini. Semuanya bisa terjadi dalam tiga tahun ini, tetapi Muhyi sudah bertekad untuk menyimpan selalu nama Sina di pedalaman hatinya sana. Menjaga dan merawatnya sampai gadis itu benar-benar kembali pulang untuknya. “Janji juga jangan terlalu merindukanku.” “Aku akan merindukan Kak Muhyi. Selalu. Setiap saat. Karena asal Kak Muhyi tahu, aku bisa berdiri di sini, bersiap menjemput semua cita-citaku adalah karena rindu dan cintaku sama Kak Muhyi tak pernah padam.” Riuh rendah di bandara siang ini, tak lantas membuat paparan kalimat itu tak menyentuh indra pendengar dan berlabuh tepat di hati Muhyi. Mendengarnya, membuat senyum Muhyi kontan merekah. “Nanti, pas aku pulang dan berhasil menjadi lulusan terbaik universitas Maroko, Kak Muhyi harus siapin hadiah ya?” “Kamu pengen hadiah apa emangnya?” “Aku pengen ... Kak Muhyi salaman sama Abba terus bilang, qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan.” Dimulai, Bandung, 25 Januari 2022

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.8K
bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.5K
bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.5K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
613.1K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook