bc

The Actor

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
blue collar
sweet
bxg
witty
campus
actor
like
intro-logo
Blurb

Nathan Yan hanyalah seorang karyawan di sebuah minimarket. Suatu hari dia menolong seorang wanita yang mengalami kekerasan di depan minimarket tempatnya bekerja. Dia Omy Wang, wanita malang yang harus kehilangan calon bayinya karena kekerasan yang menimpanya.Semenjak itu keberuntungan selalu menghampiri dirinya. Nathan lolos audisi untuk sebuah peran kecil di sebuah produksi serial baru yang diproduksi oleh Production House (PH) ternama. Karirnya di panggung hiburan pun melesat bak meteor.Nathan selalu berpikir keberuntungannya karena Omy. Hingga suatu hari Nathan mengetahui siapa sebenarnya Omy. Dia pun tidak lagi menganggap itu hanya keberuntungan semata.Ada berbagai kisah di balik keberuntungannya hingga membuat Nathan tidak lagi melepaskan Ony dan bertekad menjadikannya sebagai miliknya untuk selamanya.

chap-preview
Free preview
Prolog
Sorak sorai dan tepuk tangan dari para penonton menggema ke seantero hall, saat lagu terakhir selesai di kumandangkan sang idola, Nathan Yan. Teriakan-teriakan, "We want more!" tak henti digaungkan para pemuja solois yang memang tengah digandrungi para pencinta musik di negeri itu. Nathan Yan tersenyum dan melambaikan tangannya. Dia tidak ingin mengecewakan penggemarnya. Namun, tak ubahnya sebuah pesta, semua pasti ada akhirnya. Konser pun telah di penghujung acara. Meski teriakan meminta satu lagu lagi terus didengungkan, para penggemar harus menerima lagu tadi sebagai penutup konser di malam ini. "Selamat, konsermu berlangsung meriah dan di hadiri para penggemarmu." Pak Han, manajer pribadi sang solois yang juga merupakan aktor kenamaan itu, mengulurkan tangannya. "Semua berkat kerja kerasmu Pak Han." Hedy menggenggam erat tangan pria yang telah mendampinginya sedari merintis karir di dunia hiburan itu. "Sekeras apa pun usahaku jika tidak di imbangi performance-mu yang apik, itu hanya akan menjadi pertunjukan musik biasa yang sia-sia." Pak Han tersenyum tulus. Harus diakui, konser ini memang merupakan kolaborasi yang bagus antara konsep, musik, dan perfomance yang prima dari seorang Nathan Yan. Totalitas menjadi kunci sukses setiap konser yang diselenggarakannya. Nathan Yan, pria berusia 32 tahun itu telah meniti karier di dunia hiburan semenjak berusia 18 tahun. Sepuluh tahun lebih malang melintang di industri hiburan membuatnya matang bukan hanya sebagai selebritis namun juga sebagai manusia dewasa. Kini selepas berakhirnya konser, sang solois tengah menyendiri di dalam kendaraan yang akan membawanya kembali ke kediamannya. Duduk bersedekapkan tangan dan mata terpejam. Lelah, mungkin itu yang dirasakan sang musisi. Hingga sampai tujuan, barulah Nathan terbangun. Dengan langkah gontai, dia memasuki kediamannya dan langsung menuju kamar. Melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur beralaskan kasur empuk. Hanya ingin tertidur lelap tanpa gangguan, itu yang dibutuhkannya sekarang. Bahkan mimpi pun tidak di inginkannya mengganggu nyenyak tidurnya. Terbangun keesokan harinya, sang bintang seperti berada di masa yang tidak dikenalnya. Dia terduduk di tepi tempat tidur, menatap jendela yang setengah terbuka tirainya. Matahari pagi musim semi menerobos memberi sedikit kehangatan dan terang di ruangan yang setengah remang-remang, minim pencahayaan. Natha tidak terbiasa menyalakan lampu di saat tidur. Cahaya lampu akan membuatnya sulit memejamkan mata. Akhir-akhir ini dia sering terbangun dengan situasi seperti ini. Sebuah perasaan yang akrab menyusupi benaknya. Dia tidak tahu perasaan apa itu. Hanya saja dia seperti bermimpi yang terasa nyata. Angin dan matahari musim semi, serta wangi bunga yang mulai bermekaran dan aroma kopi yang khas menguar dan menggodanya untuk segera bangun dan beraktivitas. "Kopi? Mungkin hanya perasaanku saja. Dia masih di luar kota bukan?" gumamnya sembari melepaskan pakaiannya dan melemparkannya begitu saja ke lantai. Dengan bertelanjang dia menuju ke kamar mandi. Menuangkan sabun beraroma favoritnya ke dalam bak mandi dan mengisinya dengan air hangat. Berendam dalam aroma yang menenangkan akan membuatnya merasa lebih baik. Nathan kembali memejamkan mata menikmati kenyamanan yang perlahan-lahan menjalari tubuhnya. Cukup untuk membuatnya kembali terkena dalam lelap. "Lelah?" Sebuah suara dan sentuhan lembut di telinga dan bahunya membuatnya semakin merasa nyaman. "Ehm!" Nathan hanya bergumam pelan dan mengerakkan salah satu tangannya untuk menyentuh tangan yang memijat bahunya. Perlahan diremasnya jari jemari yang tengah memijat bahunya dengan lembut. "Omy!" Nathan segera membuka matanya saat menyadari sesuatu hal. "Selamat pagi Baobei," bisik seorang wanita cantik yang kini merangkulnya dengan lembut. "Kapan kau kembali?" Nathan tertawa dan jari-jemarinya meraih helaian rambut yang terurai di sisi kepala wanita itu. "Pagi tadi. Aku sengaja tidak membangunkanmu karena melihatmu tidur sangat nyenyak. Bagaimana konsermu semalam?" Wanita cantik itu merengkuh lehernya dan mengecup pipinya dengan lembut. "Berjalan lancar. Hei aku merindukanmu," bisik Nathan pelan seraya mendongakkan kepalanya. Omy mengecup keningnya sementara jari jemarinya turun perlahan ke lehernya dan meluncur turun semakin ke bawah. "Temani aku," bisik Nathan lirih dan meraih jari jemari lentik yang tengah menari di atas kulit polosnya. "Oke," sahut wanita itu pelan dan melepaskan rengkuhan di lehernya. Perlahan dia berjalan memutar, melepaskan kemeja putihnya dan menjatuhkannya pelan-pelan di atas lantai marmer. Di balik kemeja putih yang sedikit kebesaran untuk ukuran tubuhnya yang mungil, Omy tidak mengenakan sesuatu lagi. Nathan hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya. Omy meraih tangannya dan turut masuk ke dalam bak mandi. "Kenapa tidak memberitahuku kau akan pulang pagi ini?" Nathan bertanya seraya memperbaiki posisinya di dalam bak mandi. "Kau sibuk dengan konser dan aku tidak ingin mengganggumu." Omy tersenyum. Jari jemari lentiknya kembali bergerak pelan. Bak menari di atas kulit polos pria tampan yang menatapnya dengan penuh kasih sayang. Nathan Yan dan Omy, sepasang insan yang memiliki banyak perbedaan dan kesenjangan. Mereka dipertemukan takdir yang sepertinya tidak pernah berpihak pada mereka. Perbedaan usia, latar belakang, karir dan pandangan hidup tidak membuat mereka menyalahkan kondisi atas kisah cinta mereka yang jauh dari kata romantis dan penuh drama. Justru mengikat mereka semakin erat dalam kebersamaan yang tak pernah berakhir. "Aku merindukanmu," bisik Nathan lirih di telinga wanita yang kini berada dalam dekapannya. "Ehm, benarkah? Aku kira kau terlalu sibuk untuk meluangkan sedikit saja waktumu untuk merindukanku." Omy terkekeh pelan dan membiarkan jari jemari pria itu bermain-main dengan helaian halus rambutnya. "Selalu ada waktuku untuk melamunkan dan merindukanmu." Nathan kembali berbisik dan kali ini jari jemarinya berpindah menelusuri leher jenjang wanita dalam dekapannya. Omy tidak membalas ucapannya. Wanita itu hanya menyandarkan kepala di d**a bidangnya. Nathan masih membelai rambutnya dengan lembut. Sesekali kecupan ringan menyentuh dahinya. "Aku ingin selamanya seperti ini bersamamu," bisiknya lembut di telinga Omy. "Namun, kita tidak bisa setiap saat bersama." Omy menyahut pelan. Jari jemarinya masih menari dengan lincah menelusuri setiap inchi kulit polos pria yang mendekapnya dengan erat. "Karena itu jangan pernah menyia-nyiakan kebersamaan kita meski hanya sedetik karena itu sangat berharga." Nathan tersenyum dan kembali mengecup keningnya. Mereka sudah terbiasa berjauhan dan hanya menikmati kebersamaan dalam waktu yang singkat. Terkadang mereka bak pencuri yang tengah mencoba untuk mencuri waktu di sela-sela kesibukan mereka berdua yang cukup padat. "Omy, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Percayalah kita tercipta untuk saling melengkapi dan memiliki. You're mine, baby." Nathan membisikkan kata-kata yang kerap diungkapkannya setiap mereka menghabiskan waktu bersama. Bagi Nathan dan Omy, kebersamaan mereka selalu menjadi waktu yang paling berharga. Tidak akan pernah mereka sia-siakan begitu saja. Sebuah kebersamaan yang cukup mahal harganya karena mempertaruhkan semua yang telah mereka miliki.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook