Erland mangkir dari ajakan Rena untuk pergi ke rumah sakit. Yang ia inginkan hanyalah tidur. Itu saja rasanya cukup untuk membuat rasa sakitnya turut beristirahat sejenak. Erland tidak peduli lagi jika akhirnya Rena, Alvin, atau Hana akan mengadukan kejadian di sekolah tadi pada bundanya. Erland menghempaskan tubuhnya di sofa. Entah kemana penghuni rumah ini sampai ia tak mendengar ada seseorang pun yang menyahuti salamnya. "Ayah, Bunda, kemana sih?" Seingatnya tadi pagi asisten rumah tangganya minta izin untuk pulang karena putrinya sedang sakit. Erland memutuskan untuk tidak berteriak-teriak lagi, karena rasanya percuma saja. Lelaki itu menundukkan kepala melihat tumpukan album foto yang ada di bawah meja. Erland jadi merindukan masa kecilnya dulu, ketika ia masih berstatus sebagai an

