"Sheira..," desis Ren diantara rasa nyeri di tubuhnya. Sheira melirik Ren sejenak, tidak tega melihat kondisi bodyguardnya yang sudah memar-memar itu. Sheira kembali memperhatikan darah di sudut bibir Ren. Tanpa mempedulikan Bastian yang masih berdiri terpana melihatnya, Sheira bergerak menghampiri sang bodyguard. "Sakit?" Sheira mengusap noda darah itu dengan ibu jarinya. Matanya menyapu wajah Ren yang penuh dengan lebam. Ren tidak menyahut. Ia memandang Sheira dengan sorot mata meminta penjelasan. Ia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Sheira tadi. Sheira mengetahui rahasianya. Apakah itu benar? Mendadak telinga Ren kembali berdengung. Bodyguard itu menutup salah satu telinganya sambil mengerang tidak jelas. "Kenapa?? Apa yang sakit??" Melihat kondisi Ren yang semakin

