"Ada." Aku menjawab singkat. Tapi bisa kulihat ekspresi Sheira berubah seketika. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresinya kelak jika aku memberitahunya mengenai rahasiaku. "Apa itu?" Sheira menatapku dengan tajam. Aku sangat yakin di dalam hatinya dia pasti bertanya-tanya. Ingin sekali aku mengatakan padanya. Tapi akal sehatku menahan keinginanku itu. "Biarlah sebuah rahasia, akan tetap menjadi rahasia Shei." Sheira terlihat tidak bisa menerima jawabanku. Wajahnya langsung berubah tidak suka. Aku tahu, sebentar lagi ia pasti akan melancarkan aksi memaksanya. Jika sudah begini, suka tidak suka aku harus meladeninya. "Jadi lo gak mau kasih tahu gue?" tanyanya dengan nada jengkel. "Bukan gak mau, tapi belum saatnya." Aku mencoba menenangkannya. Toh memang belum saatny

