Maya menatap tajam ke arah Gavin. Dia yang melihat atasannya itu akan pergi meninggalkan ruangan, langsung melangkah cepat, mencegat Gavin. Gavin kaget dengan kemunculan Maya secara tiba-tiba di hadapannya. Wajah wanita itu biasanya selalu ramah kenapanya, kini berganti dengan tatapan tajam dan penuh ancaman. Adrian yang ada di sana hanya melihat saja. Dia bersandar di meja sambil menumpukan kedua tangannya di meja, memberikan ruang pada Maya menyelesaikan urusannya dengan Gavin. Gavin menatap Maya sambil menyipitkan matanya. “Minggir. Ngapain kamu di situ,” perintah Gavin agar dia bisa pergi. “Pak Gavin, apa tidak ada yang ingin Bapak katakan ke saya?” tanya Maya menuntut pertanggung jawaban. “Apa? Saya gak perlu bilang apa-apa sama kamu. Minggir!” Gavin mendorong Maya agar menyingki

