Bab 12. Pahlawan Datang

1303 Words

Hati Adrian mencelos saat melihat air mata Maya menetes. Dia tidak menyangka kalau kejadian ini akan membuat Maya sesedih ini. Adrian tidak berani menatap Maya terlalu lama. Semakin dia mendengar isak tangis Maya, hatinya makin terasa perih. Maya sesenggukan di meja kerjanya. Dia bekerja sambil sesekali mengusap air mata dengan tisu yang sudah menumpuk. Pikirannya kacau. Dia tidak bisa konsentrasi kerja. Bayangan akan dipecat sudah memenuhi pikirannya. Maya tidak tahu, dosa apa yang sudah dia lakukan sampai dia harus mengalami kesialan seperti ini. Adrian yang mengira kalau dia akan baik-baik saja setelah menumbalkan Maya, ternyata salah besar. Pemandangan itu membuat hati Adrian terasa diremas. “b******k! Ngapain sih dia selebay itu. Biasa aja sih! Lagian kamu juga gak akan dipecat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD