Luka di Hati Anita

1430 Words

Bab 18. Luka di Hati Anita Darah itu masih hangat. Aku menatap bercak merah di kerah kemeja putih itu dengan napas yang tertahan. Cairan itu merembes ke serat kain, kontras dengan warna putih bersih yang baru saja disetrika. Jika ini adalah hari pertama seperti yang dikatakan kalender dan senyum manis Andre di ambang pintu, maka darah ini seharusnya nggak ada di sini. Darah ini adalah sisa dari kehancuran stasiun luar angkasa, sisa dari perpisahan tragis dengan Evan, sisa dari kiamat yang baru saja kualami. "Anita? Kenapa lama sekali? Kopinya keburu dingin, lho." Suara Andre terdengar lagi dari balik pintu. Begitu santai. Begitu domestik. Suara itu adalah suara Aan yang dulu kucintai, tapi sekarang setiap nadanya terdengar seperti simfoni horor di telingaku. Aku segera menyembunyikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD