Bab 17. Hanya Mimpi Cahaya putih itu menyambar bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menjemput. Saat mataku kembali bisa menangkap bayangan, aku nggak lagi berdiri di jalan raya yang sepi. Aku berada di sebuah ruangan yang sangat luas, berdinding kaca transparan yang memperlihatkan lengkungan bumi dari ketinggian yang mustahil. Aku berada di stasiun ruang angkasa milik The Vulture Group. Di tengah ruangan, sebuah meja makan panjang telah ditata dengan sangat mewah. Lilin-lilin menyala, aroma daging panggang yang mahal menyeruak, kontras dengan bau logam dan oksigen buatan di tempat ini. Dan di sana, duduk seorang pria tua dengan kursi roda elektrik. Wajahnya adalah versi asli dari semua pria yang pernah kutemui, ia adalah sumber dari segala genetik Vulture. "Duduklah, Anita," suara pri

