Duniaku seolah berhenti berputar. Kalimat pria gila di depanku, sosok penyatuan Andre dan Julian yang kini tampak seperti iblis dari neraka, terngiang-ngiang seperti lonceng kematian. Kamu tidak sendirian di dalam sana. Tanganku secara naluriah turun ke perutku yang masih rata. Dingin. Perutku terasa dingin, sementara jantungku berdegup kencang hingga terasa menyumbat kerongkongan. Hamil? Di tengah kekacauan berdarah ini, ada nyawa lain yang tumbuh? Dan yang lebih mengerikan... benih siapa yang ada di dalam sini? "Jangan berbohong!" teriakku, suaraku melengking pecah. "Kamu cuma mau merusak mentalku, kan?!" Pria itu, entah bagian mana yang tersisa dari Andre atau Julian sedang tertawa serak. Darah segar merembes dari perban di kepalanya. "Dokter di rumah sakit Vulture nggak pernah be

