Bagian 9

1013 Words
Rendy tengah melamun di halaman belakang menatap tanaman yang ada di sekitarnya, "Ren?" panggil seseorang yg membuyarkan lamunan nya Rendy menatap ke arah suara, "Iya bu?" Ibu Rendy mendekat ke arahnya, "Apa kamu bertengkar lagi sama Deva?" Rendy menundukkan pandangannya tanpa menjawab pertanyaan sang ibu "Ren, Ibu gak mau ya kalau kamu berantem terus sama Deva. kamu harus inget, Deva lagi hamil anak kamu! cucu ibu!" "Iya bu, Rendy tau!" "Kamu harus paham, mood wanita hamil itu suka naik turun kalau lagi hamil. kamu harus belajar untuk menjaga mood istri kamu." Rendy hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, ia hanya bisa pasrah saat sang ibu menasehati nya. *** Mila tengah berjalan sendirian di sebuah pusat perbelanjaan, ia melihat-lihat beberapa barang yang dipajang. hingga matanya tertuju pada sepasang sepatu berwarna putih dengan hiasan pita diatasnya. "Cantik," gumamnya Mila memang menyukai barang-barang yang sederhana, tengah asyik memandangi sepatu tersebut. seseorang pun mengagetkan nya. "Mila?" Mila mengerjap, "O-oh, Aku pikir siapa? Aku sampai kaget," "Ah, Maaf mengagetkan kamu! Aku gak bermaksud untuk..." "Gapapa koq," Mila tersenyum seraya melanjutkan langkahnya Agus pun menatap ke arah sepatu itu dan tersenyum, "Mila, tunggu!" Agus berlari menghampiri "Ayo, kita makan siang?" ajak Agus yang langsung mendapat persetujuan dari Mila. Mereka pun tiba di sebuah restoran, Agus memesankan beberapa jenis makanan yang terasa asing untuk Mila. Gak lama kemudian, makanan itu pu datang. Mila menatap ragu, "Kenapa?" Agus menangkap sesuatu yang aneh dari raut wajah Mila "Gapapa," jawab singkat Mila "Kamu gak suka?" "A-aku suka koq," Mila mengambil sendok dan pisau, Agus memperhatikan Mila, 'Ini gak salah, Mas Agus pesen bekicot? mana keliatan nya mentah. rasanya pengen muntah,' batin Mila "Mil?" "Hm?" "Ayo makan!" Mila kembali meletakkan pisau dan garpunya, ia mengambil sepiring salad, "A-aku makan ini aja, kebetulan aku lagi diet," Agus pun tertawa kecil melihat tingkah Mila, "Kamu, gak suka makanan nya ya? udah, jujur aja." Mila merasa bersalah, "Maaf mas, tapi jujur Mila emang gak suka. kita jauh-jauh ke Paris, tapi malah makan bekicot." Agus kembali tertawa, "Kamu itu ada-ada aja! ini namanya Escargot, makanan khas negara Paris. walaupun sebenarnya makanan umum di Eropa sih," "Apa? Es apa?" "Escargot," "Oh, Escargot. Itu rasanya enak gak?" "Ya.. rasanya kenyal gurih gitu." Huweekk "Lho? kamu gapapa?" "Gapapa koq," "Ya udah, aku akan minta pelayannya untuk pesen makanan yang lain." Agus melihat para pelayan yang tengah sibuk melayani, "Aku kesana dulu ya," Agus memutuskan untuk langsung memesan sendiri Mila tengah sendirian, ia memegangi kepalanya yang mulai terasa sedikit pusing. tiba-tiba, "Apa restaurant besar seperti ini, menerima tamu kampungan seperti dia?" Mila merasa suara yang ia dengar bukanlah suara yang asing, ia kemudian melihat ke arah suara "Deva? Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Mila heran Deva kemudian duduk di hadapan Mila, "Kenapa? heran? bukan hal yang sulit buat aku tau keberadaan kamu." Deva menggunakan koneksinya untuk tau keberadaan Mila di Paris, "Kamu mau ngapain disini?" tanya Mila seraya menahan sakit yang dideritanya "Aku kesini cuman mau mengembalikan sampah kamu, sampah yang tadinya aku pikir barang berharga." "Huh! Bukannya sampahnya itu kamu?" Deva menunjukkan senyuman disudut bibirnya, "Pelayan!" panggil Deva Seorang pelayan yang tengah melayani pelanggan lain pun bergegas menghampiri Deva. "Panggil manajer kamu!" ucap Deva yang membuat Mila heran "B-baik Nona!" pelayan itu pun dengan sigap segera kembali dengan manajernya. "Permisi, saya manajer di restoran ini." Deva melipat kedua kakinya, dan menatap sinis ke arah Mila "Apa restoran sebesar ini, menerima tamu seperti dia?" ucap Deva seraya melemparkan pandangan merendahkan pada Mila "Maksud anda nona?" "Kalian Berhati-hatilah, jangan sampai dia menipu kalian hanya untuk bisa makan dengan gratis." "Apa?" Deva pun mengenakan kacamata dan melangkah pergi dari sana, Setelah kepergian Deva, Manajer itu pun meminta Mila untuk membayar makanan yang telah tersaji, "Apa anda akan membayar untuk makanan ini?" "T-tentu saja," Mila membulatkan kedua matanya saat ia melihat bill makanan tersebut, "I-ini gak salah bill nya?" "Ada apa Nona? Apa anda tidak bisa membayar untuk semua makanan yang Anda pesan ini?" "Sebentar, tadi suami saya sedang memesan makanan yang lain. sebentar lagi, dia pasti akan datang! dia nanti yang akan membayar semua ini." Manajer yang menaruh curiga pada Mila pun memberi kode pada penjaga keamanan disana yang setia berdiri didepan pintu masuk. Penjaga keamanan itu pun menghampiri mereka dan berdiri tepat dihadapan Mila, "Maaf Nona, jika anda tidak bisa membayar makanannya, maka kami tidak akan segan untuk mengusir anda dari sini!" ancam penjaga keamanan itu "Iya, saya mengerti! Tapi tolong beri saya kesempatan untuk mencari suami saya!" Mila mencoba untuk tidak panik, ia kemudian kembali membujuk pihak keamanan. Mila pun berhasil mendapatkan waktu untuk mencari sang suami, ia pun berkeliling namun ia tidak melihat siapapun. 'Mas kemana ya?' batinnya bertanya-tanya Manajer yang menyadari ada yang tidak beres pun menyuruh pihak keamanan untuk mengusir Mila, "Usir dia!" ucap tegasnya Mereka pun menarik Mila kasar, "Le-pas!!" teriak Mila Sebuah tangan kekar menepis tangan satpam yang tengah memegang kasar kedua tangan Mila. "Jangan pernah berani menyentuh istriku!" tatapan Agus terlihat seperti singa yang hendak menerkam mangsanya. "T-tuan?" ucap sang manajer yang terkejut dengan kedatangan agus "Kenapa kalian ingin mengusir istriku?" "Tuan, Kami minta maaf! sepertinya kami salah paham, Maafkan atas kebodohan kamu!" Manajer dan pihak keamanan meminta maaf pada Agus Agus memegang tangan Mila erat, "Ayo kita pergi!" "Eh tunggu!" "Apalagi?" "Apa makanan ini bisa kita bawa pulang ke hotel? lagian kan belum, dimakan ini!" Agus mengerutkan dahinya, "Untuk apa? bukannya kamu gak suka memakannya!" "Ini mubazir tau! lebih baik aku bungkus buat dimakan di hotel nanti." "Trus nanti siapa yang makan? bukannya kamu gak suka makanan ini?" "Iya siih, eh.. tapi kan ada kamu!" "Udahlah!" Agus kembali menarik tangan Mila untuk pergi dari restoran tersebut. Agus mengajak jalan-jalan Mila, mereka melihat pemandangan kota Paris yang sangat indah dari rooftop hotel tempat mereka menginap, Tanpa Mila sadari, Agus sedari menatap ke arahnya. "Cantik ya?" tanya Mila seraya menatap penuh kekaguman pemandangan yang ada didepannya. "Benar, sangat indah!" Agus tak hentinya menatap Mila "Oh ya?" Mila menatap Agus yang membuat Agus refleks berpura-pura melihat ke arah lain. "Aku mau nanya sesuatu," lanjutnya "Nanya apa?" "Kenapa, kamu baik banget sama aku? dan kenapa kamu terlihat menikmati pernikahan pura-pura ini?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD