Mila yang tidak mau membuat keributan hendak melangkah pergi dan mengacuhkan sikap sombong Deva. Namun, baru akan melangkah, Deva menarik kasar tangan Mila.
"Kamu itu benar-benar gak tau diri ya? Segitu gak bisanya kamu move on dari Rendy? sampe-sampe kamu nekad kesini!" Deva semakin kasar pada Mila
"Terserah! Aku gak mau ribut sama pemungut sampah!"
"Apa kamu bilang?" Deva semakin tersulut emosi, tanpa sengaja Deva melihat Rendy yang keluar dari lift.
Ia kemudian menarik tangan Mila dan menggunakan tangan Mila untuk memukul pipinya,
"Awwww!" Deva menjerit kesakitan, sehingga mengundang perhatian Rendy dan beberapa orang yang lewat disana.
"Ada apa ini?" tanya Rendy yang panik mendengar jeritan Deva
Deva memegangi pipinya,
"Yang, Dia mukul aku! pipi aku sakit banget! perempuan ini masih gak terima kalo kamu milih aku,"
Mila menatap kesal tingkah Deva yang membuatnya jijik
"Apa-apaan kamu hah? berani sekali kamu mukul istri ku! Apa kamu udah bosen hidup?" ucap Rendy penuh amarah seraya menunjuk-nunjuk Mila
Mila menggelengkan kepalanya,
"Benar-benar luar biasa akting tempat sampah ini!" celetuk Mila
"Apa? kamu jangan macam-macam ya? Aku bisa nyuruh security buat ngusir kamu dari sini sekarang juga!"
"Usir aja!"
"Asal kamu tau, ini adalah pesta pernikahan keluarga fahreza kusuma! dan aku adalah tamu kehormatan disini, aku bisa langsung mengusir kamu karena kamu udah buat keributan dan juga datang tanpa undangan!"
"Kamu tau darimana aku datang tanpa adanya undangan?"
"Tentu aja aku tau, perempuan kayak kamu itu gak selevel sama kita. kamu gak mungkin bisa kesini kalau bukan karena jual diri!"
Plakk
satu tamparan keras tepat mengenai pipi sebelah kanan Rendy, tamparan itu pun meninggalkan bekas merah.
Rendy pun murka,
"Hey!! berani kamu ya!!" Rendy yang murka pun hendak menampar Mila, namun tangan kanannya tertahan oleh seseorang.
"Tuan, tolong jangan membuat keributan disini!" Seorang security mencoba untuk melerai
"Lepasin!"
Security itu pun melepaskan pegangannya,
"Usir dia!" titah Rendy pada security itu
"Maaf, tapi saya tidak bisa mengusir siapapun tanpa alasan yang jelas!" ucap security
"Apa kamu gak ngerti? perempuan ini bukan tamu undangan disini, dia bahkan gak punya kartu undangannya!" ucap Deva kesal
"Periksa aja kalau bapak gak percaya!" Rendy meyakinkan security itu untuk memeriksa Mila
"Maaf Nona, demi kenyamanan semua orang, apa saya bisa melihat kartu undangannya?" security itu mencoba bersikap sopan
"Aku.. tidak punya kartu undangan, karena aku... " ucapan Mila terpotong oleh Deva
"Tuhkan! Aku bilang juga apa? Dia kesini itu cuman pengen numpang makan dan minum gratis! heh, dasar gak tau malu!"
"Jaga ucapan kamu Deva! Aku memang tidak punya kartu undangannya, tapi aku bisa mengusir orang yang punya kartu undangan seperti kalian!"
Deva dan Rendy pun menertawakan Mila,
"Sudah yang, kita masuk aja! Pak kusuma pasti sudah menunggu, biar perempuan gak tau malu ini diurus oleh security!" Deva pun melangkah masuk bersama Rendy.
Mila yang terjebak pun menghubungi sang suami,
"Mas, bisa jemput aku di lobby?"
"Memang kenapa?"
"Gapapa, cepet ya."
"Ya udah, mas kesitu sekarang."
Agus pun bergegas mendatangi Mila yang telah menunggunya cukup lama,
"Mila, ada apa?" tanya Agus langsung sesaat setelah ia tiba di lobby
Security yang melihat sosok Agus pun langsung mengenalinya dan membuat kedua matanya membulat sempurna,
"T-tuan Muda?" security itu pun merasa gugup karena berhadapan langsung dengan atasannya.
Tanpa memperdulikan keberadaan security itu, Agus pun langsung menatap ke arah Mila.
"Ada apa Mil?" tanyanya lagi
Mila kemudian menceritakan kejadian yang ia alami barusan,
Agus merasa kesal dengan perlakuan Rendy pada Mila,
"Kamu gak khawatir, aku akan ngurus mereka!"
Mila mengangguk paham,
Agus kemudian menatap ke arah security,
"Kamu boleh pergi!"
Security itu pun merasa ketakutan,
"T-tuan, Apa saya dipecat?"
Agus menatapnya lagi,
"Tidak! tapi lain kali lebih telitilah, kau harus tau mana tamu dan mana yang bukan!"
"B-baik Tuan,"
Security itu pun menatap ke arah Mila,
"N-nona, s-saya benar-benar minta maaf. karena saya tidak mengenali anda sebagai istri dari Tuan Muda. sekali lagi saya benar-benar minta maaf."
"Hm," ucap singkat Mila
Agus pun menggandeng tangan Mila untuk pergi ke ruang make up
Setibanya di ruang Make up,
Mila langsung didandani oleh perias ternama, Mila juga mengenakan gaun resepsi berwarna putih, yang membuatnya semakin cantik dan juga elegan.
Selesai didandani, Mila merasa terkejut melihat perubahannya.
"Nona terlihat sangat cantik," ucap perias itu
Mila tersenyum senang,
"Mari Nona, kita temui Tuan Muda sebelum Nona resepsinya dimulai."
Mila mengangguk paham, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang tunggu, dimana sang suami menunggu.
"Tuan?" ucap perias itu.
Agus yang tadinya tengah asik membaca majalah pun mengalihkan pandangannya ke arah Mila.
Ia sangat terkejut dengan perubahan yang ada pada dari Mila, hingga mulutnya terbuka
Mila pun tersenyum melihat reaksi Agus.
"Kamu cantik, sangat cantik." puji Agus diiringi senyuman
pujian dari Agus membuat Mila tersipu malu
Agus pun mengulurkan tangannya,
"Ayo, kita berangkat!"
Mila menganggukan kepalanya,
***
Pesta resepsi pun dimulai,
Pak kusuma atau kakek agus pun naik ke atas panggung,
"Hari ini, adalah hari yang paling membahagiakan untuk saya. Hari yang benar-benar saya tunggu, saya sangat beruntung karena diberikan cucu menantu yang baik."
Kedua bola mata kakek berkaca-kaca
"Haa, padahal saya sudah berjanji tidak akan menangis. tapi ini, benar-benar mengharukan."
para tamu undangan pun tersenyum,
"Baiklah, hari ini saya akan memperkenalkan cucu menantu saya. Kalian berdua masuklah!"
Para tamu undangan pun berdiri untuk menyambut kedua mempelai diiringi dengan meriahnya tepuk tangan dan musik pernikahan.
Terlihat Mila yang mengaitkan tangannya ke tangan Agus dengan mesra dan diiringi dengan senyuman yang terukir diwajah mereka.
Namun, Rendy dan Deva terlihat syok saat mereka melihat sosok Mila yang ternyata adalah cucu menantu dari keluarga kusuma.
"I-ini gak mungkin kan yang?" tanya Deva panik
"Gawat!!" gumam Rendy
***
Para undangan pun disapa oleh kedua mempelai, hingga tepat mereka berhadapan dengan Rendy dan Deva.
"Aku dengar, ada seseorang yang membuat keributan dan bahkan hampir membuat istriku ini terusir dari."
Rendy Terdiam, ia merasa malu dengan sikapnya tadi.
Agus kemudian merangkul bahu Mila, membuat Mila refleks melihat kearahnya.
"Apa ada yang ingin kamu lakukan?" tanya Agus seraya menunjukkan senyuman disudut bibirnya
Mila yang seolah mengerti pun berkata, "bisakah kamu mengusir mereka? aku tidak mau melihat ada sampah berserakan di pesta kita."
"Dengan senang hati,"
Agus pun memanggil security tadi,
"Security! kamu tau kan tugasmu?"