Andrew membaringkan tubuhnya di kamarnya, ia masih memikirkan kejadian tadi. Dan juga sebenarnya masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru diketahuinya. Ternyata kekasihnya adalah seorang ketua geng yang banyak ditakuti oleh banyak geng yang ada disini. Jadi ternyata ketua Redmons itu Cathrine? Kekasihku sendiri? Bagaimana bisa?
“Bener-bener gak bisa dipercaya. Cathrine itu primadona sekolah udah gitu orangnya manja. Kok bisa dia jadi ketua geng dan bahkan bikin temen-temen gue masuk rumah sakit bahkan sampe ada yang keadaannya kritis.” Andrew memejamkan matanya seraya memijit pelipisnya, sungguh hari yang sangat panjang untuknya.
Drrt… drrt… drrt….
Andrew melihat ponselnya yang terletak di sebelahnya. Sudah banyak panggilan dan pesan masuk dari Cathrine. Sebenarnya Andrew juga tidak tega melihat Cathrine seperti tadi, bagaimanapun juga Andrew menyayangi gadisnya itu. Tapi Andrew juga butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Dan sepertinya juga ia belum bisa untuk bertemu dengan Cathrine dalam waktu dekat ini.
Drrt… drrt… drrt….
Ponsel Andrew bergetar untuk ke sekian kalinya, dilihatnya ponsel miliknya dan kali ini yang menghubunginya bukan Cathrine, melainkan Adele. Ia adalah selingkuhan Andrew dan hubungan mereka sudah berjalan lima bulan.
Adele menyatakan perasaannya lebih dulu pada Andrew. Tadinya Andrew langsung menolaknya dengan alasan sudah ada Cathrine di hatinya dan meninggalkan Adele, tapi Adele bersikeras memohon agar Andrew mau mencoba menjalin hubungan dengannya. Karena Andrew tidak tega melihat Adele yang hampir menangis, akhirnya ia menerima Adele dengan catatan jika sebulan kemudian Andrew tidak nyaman, ia berhak memutuskan hubungan mereka. Dan Adele setuju.
Saat menjalani hubungan terlarang itu, Andrew awalnya benar-benar bersikap dingin pada Adele tapi Adele tetap sabar menghadapi Andrew karena Adele memang menyukai Andrew sejak lama. Berhubung Cathrine sedang sibuk-sibuknya dengan kegiatannya di OSIS karena aka nada event di sekolah mereka, akhirnya Andrew lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Adele. Akhirnya Andrew luluh dengan kegigihan serta kesabaran Adele.
Andrew nyaman dengan Adele dan mulai menyayanginya, akhirnya hubungan mereka berlanjut dengan backstreet karena mereka itu satu sekolah. Andrew tidak mau jika Cathrine mengetahui hubungannya dengan Adele, ia takut Cathrine kecewa dan juga akan berbuat sesuatu pada Adele yang berujung Adele akan sakit hati. Andrew tahu benar sifat Cathrine, ia akan melakukan apapun jika sudah tidak menyukai sesuatu.
Bisa dibilang Andrew cukup egois jika menyayangi mereka dan tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka. Sifat Cathrine dan Adele benar-benar berbeda, Cathrine yang manja serta Adele dewasa. Andrew menyukai keduanya dan tidak akan pernah mau melepaskan salah satu dari mereka. Toh Adele juga tidak masalah dan juga sudah tau jika dirinya juga memiliki Cathrine di hatinya.
Andrew tersenyum mengingat kenangannya dengan Adele saat belum berpacaran dulu. Tidak bisa dipercaya jika dirinya bisa jatuh semudah itu ke pelukan Adele, tapi Andrew tidak menyesal karena ia juga menyukainya.
Dibukanya pesan dari Alede yang belum sempat ia lihat tadi dan sontak saja tersenyum.
From: Delle
Selamat malam By, kamu lagi apa? Gimana kamu hari ini? Semangat kah? Jangan lupa jaga kesehatan ya. I love you.
Pesan yang cukup singkat memang, tapi Andrew selalu suka saat Adele menanyakan bagaimana harinya setiap malam. Berbeda dengan Cathrine yang selalu menceritakan apapun dan jarang menanyakan kabar Andrew. Benar-benar bertolak belakang dua wanitanya itu.
Tidak menunggu lama, Andrew membalas pesannya untuk melupakan penatnya hari ini sejenak.
To: Delle
Malam Sayang, aku cuma lagi di kamar.sambil mikirin kamu. Hari ini aku agak penat, besok mau jalan sama aku? Kayaknya aku butuh refreshing.
-send-
Beberapa menit kemudian ponsel Andrew bergetar lagi menandakan ada pesan masuk.
From: Delle
Kamu kenapa? Butuh temen buat cerita? Boleh kok besok jemput aja kaya biasa. Kamu istirahat aja ya hari ini aku tau kalo kamu capek. Good night, By.
Andrew tersenyum melihat Adele yang selalu perhatian dan mengerti dengan keadaannya. Ia akhirnya mebalas pesannya lagi.
To: Delle
Iya Sayang, emang Cuma kamu yang ngerti aku, makasih ya udah ngertiin aku. Besok aku jemput ya, sampai ketemu besok. Night too.
-send-
Andrew meletakkan ponselnya dan memejamkan matanya. Hari ini ia benar-benar lelah, untung saja ada Adele yang selalu ada di sampingnya dan selalu mendukungnya dalam keadaan apapun. Andrew sangat beruntung memiliki Adele disisinya dari dulu sampai saat ini.
Tapi jujur dirinya menyayangi keduanya dan tidak bisa melepaskan alah satu dari mereka. Egois memang, dan juga kasihan pada Cathrine. Dirinya tidak bisa membayangkan jika Cathrine tau dirinya juga memiliki Adele di hatinya.
Entahlah besok Andrew harus bersikap bagaimana pada Cathrine, mungkin sebaiknya ia mendiamkannya dulu. Itu bisa menjadi kesempatan untuknya menghabiskan waktunya Bersama Adele. Karena ia merasa kasihan melihat Adele yang sudah selalu mengalah dengan Cathrine.