Try

932 Words
Setelah waktu yang cukup lama, akhirnya bel istirahat berbunyi juga. Cathrine membereskan bukunya dan bergegas menemui Andrew yang sebelumnya sudah dikiriminya pesan untuk bertemu di taman sekolah. Tidak ada balasan memang, tapi Cathrine akan tetap menunggu. Tidak terasa sudah setengah jam lebih Cathrine menunggu Andrew, tapi yang ia tunggu sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya. Mungkin Andrew benar-benar marah padanya. Beberapa pesan yang Cathrine kirimpun juga tidak dibalasnya, padahal Andrew sudah membaca pesan tersebut. Cathrine menghela nafasnya, “Andrew kayaknya masih marah sama gue. Semua pesan gue gak ada yang dibales. Bikin makin gak berani aja sih buat nemuin dia.” ***** Sementara Cathrine sedang menunggu Andrew, saat ini Andrew sedang Bersama Adele di rooftop sekolah. Mereka tengah memakan bekal yang dibuat oleh Adele. Sebenarnya Andrew sama sekali tidak tau jika saat ini Cathrine tengah menunggunya karena sejak jam pelajaran itu ponsel Andrew dipegang oleh Adele untuk browsing tugas kelompok mereka. Adele tersenyum sinis saat membaca pesan yang dikirim oleh Cathrine yang menyuruh Andrew menemuinya di taman sekolah. Tentu saja Adele tidak akan dan tidak rela memberi tahu pesan dari Cathrine pada Andrew. Adele sangat menyukai Andrew dan bertekad akan merebut Andrew dari Cathrine seutuhnya. Tanpa menunggu lama, dihapusnya pesan itu oleh Adele. Mana mungkin ia rela melewatkan kesempatan berharga ini. Kesempatan saat-saat Andrew dan Cathrine bertengkar. Adele sudah cukup lama mengalah pada Cathrine dengan melihat kebersamaan mereka berdua diabalik bayang-bayang. Dan saat ini adalah waktu yang terbaik untuk membuat mereka berdua berpisah. “Sayang, gimana? Enak gak nasi gorengnya? Maaf ya aku Cuma bisa masak nasi goreng buat kamu.” Adele tersenyum malu saat Andrew mencicipi masakan buatannya. Andrew tersenyum dan memakan masakan Adele yang bisa dibilang cukup enak, “Ini aja udah enak kok, makasih ya.” Pria itu mengelus rambut gadis yang ada didepannya dengan sayang. Adele tersenyum sumringah mendengar Andrew memuji masakannya, “Beneran? Yaudah lain kali mau aku bawain lagi? Aku juga bakal belajar masak yang lain kok, biar kamu gak bosen sama masakan aku.” Andrew tersenyum mendengar ucapan Adele. Memang benar sekarang dirinya sangat membutuhkan Adele dikala pikirannya sedang kalut memikirkan Cathrine. Adele memang selalu ada untuknya, dan Andrew sedikit kasihan karena hampir semua waktunya tersita oleh Cathrine. “Maafin aku ya, Dele. Aku jarang banget ada waktu buat kamu, waktu aku selalu sama Cathrine.” Andrew mengelus puncak kepala Adele. Adele yang mendengar itu hanya tersenyum manis dengan wajah maklum, dan semua itu jelas hanya kedok. “Aku gapapa kok, aku maklum juga. Kan orang lain taunya kamu pacarnya Cathrine, bukan aku. Jadi aku gak bisa terlalu nuntut kamu buat selalu ada sama aku. Kamu gak ninggalin aku aja aku udah seneng banget, aku gak mau kamu terbebani sama perasaan aku.” Mendengar ucapan Adele seperti itu, Andrew semakin tidak enak, “Maaf ya, aku janji aku bakal buat kamu bahagia. Untuk sekarang ini kamu sabar dulu ya.” Adele hanya tersenyum dan menggangguk mendengar ucapan Andrew. Dalam hati Adele sangat senang karena semakin mereka Andrew dan Cathrine renggang, semakin besar peluang untuk memiliki Andrew seutuhnya. Adele tidak peduli dan akan melakukan apapun untuk memiliki Andrew. Dan menurutnya, Cathrine sangat menghambat jalannya. ‘Cepat atau lambat, Andrew bakalan ninggalin lo Cath. Lo siap-siap aja sebentar lagi bakal kehilangan orang yang lo sayang ini, dan orang ini milik gue. Selamanya bakal jadi milik gue, dan gak ada yang bisa ambil dia dari gue. Termasuk lo, Cath.’ Andrew menghabisakan waktu istirahatnya dengan Adele tanpa tau jika Cathrine sampai saat ini masih menunggu kedatangannya. Cathrine termenung di kursi taman yang memikirkan Andrew sampai saat ini belum datang, dan sebentar lagi bel masuk. Cathrine menghela nafasnya, “Andrew kayaknya marah benget sama gue makanya dia gak mau dateng. Yah, mau gimana lagi? Toh ini salah gue juga jadi ya harus gue terima konsekuensinya.” “Doh gue laper, tapi sebentar lagi masuk. Mau bolos juga gak mungkin karna udah keseringan bolos.” Dengan terpaksa Cathrine kembali ke kelasnya, kali ini benar-benar terpaksa karena ia sudah sering bolos. Jadi niat bolosnya diurungkan untuk hari ini, tapi tidak untuk lain kali, mungkin. Cathrine berjalan lungai dan dengan sengaja melewati kelas Andrew berharap melihat orang itu, tapi tidak ditemukannya Andrew disana. Hanya ada beberapa temannya yang memasng sudah kembali dari istirahat. Cathrine menghela nafasnya, sebenarna kemana perginya Andrew? Biasanya Andrew jika istirahat selalu bersamanya, tapi sekarang ia tidak tau dimana kekasihnya itu berada. “Kayknya gue harus ngunjungin rumah sakit tempat temen-temennya Drew dirawat deh. Yah itung-itung ngurangin rasa bersalah gue.” Akhirnya Cathrine memutuskan untuk pergi ke rumah sakit yang merawat teman-temannya Andrew. Sekalian meminta maaf karena telah menyakiti mereka, ya walaupun bukan semua kesalahan Cathrine karena ia hanya menerima tantangan mereka. Jadi ya mau bagaimana lagi? Lagian semuanya juga sudah terlanjur kejadian. ***** Cathrine memasuki kawasan rumah sakit tempat semua teman Andrew berada. Sebenarnya Cathrine takut tidak akan diterima oleh mereka, atau mungkin mereka semua akan memaki Cathrine. Ha, daripada memikirkan yang belum tentu terjadi lebih baik dijalani saja yang ada di depan mata. Saat sedang berjalan di koridor, Cathrine seperti melihat Andrew yang tengah bergandengan tangan dengan seorang wanita. Tapi sepertinya itu tidak mungkin karena Andrew walaupun saat ini bersikap seperti itu, Andrew itu sangat menyayanginya. Jadi sangat tidak mungkin jika itu adalah Andrew. Cathrine mengunjungi semua teman Andrew, ada tiga kamar dan masing-masing kamar berisi tiga orang. Untungnya mereka semua tidak ada yang menolak kehadiran Cathrine. mereka malah takjup pada Cathrine. Walaupun ia adalah seorang wanita, tapi ia sangatlah kuat. Saat akan pergi Cathrine bertanya pada salah satu teman Andrew, “Oh iya gue tadi sekilas kaya liat Drew, tadi dia kesini gak jenguk kalian?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD