Bab 17

1278 Words

TITIK TEKAN** Malam turun tanpa peringatan. Di gudang tua itu, waktu terasa mengental—seperti cairan gelap yang menempel di kulit. Elara duduk bersandar pada dinding, lutut ditarik ke d**a. Ia mencoba mengatur napas, mencoba mengurai denyut di pelipisnya. Intervensi barusan masih bergaung di kepalanya, bukan sebagai keberhasilan, melainkan sebagai jejak. Jejak yang kini bisa diikuti. Raka berdiri beberapa langkah dari Elara, punggungnya menghadap ruangan. Ia mengamati setiap sudut, setiap gerakan kecil. Orang-orang mulai tidur di tempat masing-masing—di lantai beralas kardus, di bangku panjang, di sudut-sudut yang gelap. Gudang berubah menjadi sarang sementara, rapuh, bergantung pada satu kesepakatan tak tertulis: jangan membawa masalah. Masalah telah datang. Raka memeriksa jam tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD