Rosa berjalan mondar-mandir di kamar tamu. Ia telah terbangun satu jam yang lalu, tepatnya pada pukul enam lewat beberapa menit. Sejujurnya ia tidak bisa tertidur pulas semalam. Apalagi kalau bukan karena dirinya berada di rumah kediaman keluarga Venocimia tersebut. Untung saja pelayan memberinya pakaian lengkap terbaru, lengkap dengan dalamannya yang diletakkan di atas meja samping tempat tidur. Ia menduga bahwa mungkin itu perbuatan wanita yang memergoki diriya dan Paul berciuman semalam. Suara ketukan pintu yang pelan membuat Rosa berhenti bergerak sejenak. Ia melirik ke arah pintu, lalu menegak salivanya. Tidak ingin membuat tangan seseorang mengetuknya lagi membuatnya segera berjalan mendekati pintu. ''Ayo kita sarapan bersama,'' tandas Elena yang ternyata membuka pintu.

