Rosa melirik Paul yang duduk di sebelahnya. Ia berada di dalam mobil pria itu. Matanya menelisik tangan yang tadi terulur padanya. Tangan yang terukir sebuah tato yang mirip dengan jaring. Ia bisa melihat bagaimana otot pria itu yang kekar. "Kenapa kau menatapku seperti itu?" Suara Paul membuat Rosa segera mengalihkan pandangannya. Meski lelaki itu menatap ke depan, tetapi ekor matanya bisa melirik bagaimana tatapan Rosa padanya. "Terima kasih sudah membantuku tadi," ujar Rosa masih merasa sedikit terharu dan tercengang dengan kedatangan Paul tadi. Pauo menyeringai sekilas. "Jika bukan untuk melihat boarding pass milikmu, maka aku tidak akan membuang waktuku," ujarnya menoleh menatap wanita itu. Entah mengapa Rosa merasa kecewa mendengar balasan ucapan Paul. Namun kemudian ia

