Pagi datang tanpa benar-benar terasa. Langit masih kelabu, dan udara di dalam mansion lebih dingin dari biasanya. Hazel membuka mata perlahan, menatap langit-langit kamar yang berwarna gading, tapi rasa cemas di dadanya belum juga reda. Ia tidak tahu berapa lama tidur tadi malam—atau apakah ia benar-benar tidur. Setiap kali terlelap, bayangan sosok di taman, tatapan Shapira, dan kata-kata ancaman di kartu pesta muncul lagi, berputar di kepalanya. > “Semua akan jatuh di ujung pisau.” Hazel duduk di tepi ranjang. Pakaian tidurnya kusut, rambutnya terurai panjang menutupi wajah. Tapi bukan itu yang membuatnya terdiam. Melainkan sesuatu yang aneh di ujung lantai — di bawah meja rias tempat Aginos semalam menemukan kain hitam itu. Ada garis halus di kayu. Seperti celah… atau pintu yan

