BAB 20 KMJN

2148 Words

Udara di ruang kerja Aginos seperti biasa: dingin, tertata, dan nyaris tak berjiwa. Hanya suara jarum jam dan desau halus dari pendingin ruangan yang terdengar. Aginos tengah menelusuri berkas laporan dari anak buahnya ketika Lina muncul di ambang pintu, wajahnya menegang. Ia mengetuk perlahan. “Tuan… maaf, saya ingin melapor sesuatu.” Aginos tidak langsung menoleh. Ia menutup berkas di tangannya, lalu baru mengangkat pandangan. “Masuk,” ucapnya singkat. Lina melangkah mendekat, tangannya menggenggam kain celemek di depannya. “Ini… tentang nona Elena dan Nona Hazel.” Satu alis Aginos terangkat. “Elena dan Hazel?” “Ya, tuan. Mereka sempat bertemu di ruang baca tadi. Awalnya saya pikir hanya percakapan biasa, tapi… suaranya cukup keras. Elena terlihat sangat marah, dan Nona Hazel…

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD