Nichole Gerald Ganindra

949 Words
“Akan gue usahakan.” Joseph yang bahagia kala mendengar ucapan Gerald. Bagaimana tidak. Setiap hari yang dia lihat hanya wajah murung Gerald lantaran tersiksa oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Waktu sudah menunjuk angka dua belas siang. Di dalam kantin, perempuan itu tengah mencari menu makan yang pas dengan budget yang ia punya. Uangnya habis tak tersisa. Bahkan di rekeningnya pun sudah tidak ada. ‘Hanya cukup untuk beli jus saja,’ ucapnya dalam hati. Ia kemudian mengambil uang tersebut dan memberikannya. “Jus alpukat satu.” “Baik. Tunggu sebentar, yaa.” Sandra mengangguk seraya mengulas senyumnya. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Sembari memegang jus alpukat yang sudah dibuatkan, perempuan itu menatap kosong ke arah depan. Entah apa yang tengah menyelimuti pikirannya. Semrawut, itulah dirinya saat ini. “Lagi diet?” Sandra terperanjat kaget kala mendengar suara berat dari seorang pria yang tak lain adalah Gerald. “Kita sudah saling kenal. Tidak perlu ada lagi yang harus disembunyikan. Dari dulu, saat kita masih sekolah, kita sudah saling kenal. Aku ingin berhenti untuk pura-pura tidak mengenalmu.” Sandra terdiam. Ia kemudian mengaduk-aduk jus alpukat itu seraya menghela napasnya dengan pelan. “Asal jangan ada yang salah paham, semuanya akan baik-baik saja,” ucapnya pelan. Gerald tersenyum miring. “Kalaupun ada, aku akan tanggung jawab.” Sandra menolehkan kepalanya dengan cepat. “Heuh?” ucapnya seolah tak mengerti dengan ucapan lelaki berusia dua puluh empat tahun itu. Gerald menatap Sandra dengan amat sangat dekat. Persetan dengan semua orang yang ada di sana, tak peduli apa yang akan mereka pikirkan dengan hubungan keduanya. “Jangan pernah tidur dengan suami kamu lagi. Kalau memang suami kamu tidak pernah menyentuhmu selama tiga bulan terakhir ini, jika nanti tiba-tiba kamu hamil, sudah pasti itu anak aku, kan?” bisiknya seraya menatap Sandra dengan tatapan penuh. Sandra mengangguk patuh. Terpesona dengan ketampanan yang dimiliki oleh lelaki itu. Apakah dia akan mencintainya juga, setelah tahu jika Gerald sangat mencintainya jauh sebelum dia memilih untuk menikah dengan Gery. “Good! Jangan takut. Aku akan melindungi kamu. Berani berbuat, berani tanggung jawab. Itulah prinsip yang saat ini aku pegang. Jangan takut aku lari dari tanggung jawab.” “Tapi, Gerald. Itu bukan kesalahan kamu,” ucap Sandra pelan. “Kamu tidak perlu melak—“ “Kalau aku tidak bertanggung jawab, apa kamu yakin … suami kamu akan menerimanya? Apakah kamu yakin, kalau Gery tidak akan melukai kamu?” tanyanya seraya menatap dengan dalam wajah perempuan itu. Sandra terkesiap. Bahkan, ia tidak bisa menjawab ucapan lelaki itu. “Kamu terlalu baik untukku, Gerald.” “Karena kamu wanita baik, Sandra.” Sandra menundukkan kepalanya. Gerald terlalu manis untuk dilihat dan dia tidak sanggup melihatnya. Gerald mengerutkan keningnya kala mendengar bunyi suara di dalam perut Sandra hingga membuat perempuan itu malu setengah mati. Ia kemudian mengambil tas perempuan itu sembari menatap Sandra yang terlihat ketakutan. Namun, bukan berarti untuk Gerald menghentikan pencarian yang ingin dia cari. Mengambil buku rekening Sandra dan juga dompet perempuan itu. “Ger—Gerald. Apa yang kamu lakukan?” tanyanya saat melihat Gerald mengambil foto rekening Sandra. “Tanggal gajian di sini masih tiga minggu dan kamu tidak punya uang sepeser pun. Untuk beli makan siang pun kamu tidak punya.” Gerald mengambil dompetnya kemudian memasukan semua uang yang ada di dalam dompet miliknya itu. “Jang—jangan, Gerald, tidak perlu. Percuma, nanti diambil lagi oleh Gery.” Sandra menahan Gerald memberikan uang kepadanya. “Kalau diambil, tinggal isi lagi.” Gerald menyunggingkan senyumnya. Bukan hanya dompet yang ia isi. Lelaki itu juga mengisi rekening Sandra dengan uang yang cukup membuat Sandra tercengang. “Gerald. Apa yang kamu lakukan? Bukankah semua ini terlalu berlebihan?” Sandra menatap Gerald dengan mata berkaca-kaca. “Agar kamu sadar, kalau perempuan seperti kamu sangat berharga. Bukan untuk disiksa, tapi untuk disayang. Aku punya segalanya. Tapi, tidak bisa memiliki wanita yang hingga kini masih bersarang di hatiku. Cukup sulit. Tapi, jika dia bisa membalas cinta itu, sudah cukup bagiku.” Gerald kemudian beranjak dari duduknya setelah berhasil membuat Sandra bingung. Apa yang dikatakan oleh Gerald kepadanya benar-benar tidak bisa dicerna dalam sekejap. Sepuluh menit kemudian, Gerald kembali dengan membawa berbagai jenis makanan hingga membuat Sandra melongoh dibuatnya. “Makanlah. Karena menjadi dosen membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Jangan sampai pingsan saat mengajar,” ucap Gerald kemudian beranjak dari duduknya lagi. Meninggalkan perempuan itu setelah memberikan banyak uang, makanan dan ungkapan cinta yang masih belum dipahami oleh Sandra. “Gerald. Kamu tidak merenggut kesucianku. Hanya satu kesalahan yang kamu buat, dan kamu memperlakukan aku seperti wanita paling berharga yang harus kamu jaga sungguh-sungguh.” Sandra berucap dengan pelan. Waktu sudah menunjuk angka lima sore. Sandra tengah bersiap-siap untuk pulang. “Belum pulang, Prof?” tanya Sinta—salah satu dosen di kampus tersebut. “Baru siap-siap, Bu. Ibu sendiri, tumben belum pulang?” “Tadi, habis lihat turnamen basket dulu di lapangan. Seperti biasa, pujaan hati semua mahasiswi dan para dosen wanita di sini lagi tanding.” Sandra mengerutkan keningnya. “Siapa dia?” tanyanya ingin tahu. Sebab dirinya bukan salah satu dari fans orang tersebut. “Siapa lagi kalau bukan pewaris International Global, anaknya Pak Jason yang memiliki saham terbanyak di kampus ini dan juga rumah sakit Harapan. Nichole Gerald Ganindra.” Sinta menerbitkan senyumnya seraya merapikan rambutnya. “Ohh!” Sandra tersenyum pasi. Mendengar betapa banyaknya wanita yang mengagumi ketampanan lelaki itu, tidak mungkin baginya jika Gerald sungguh-sungguh ingin tanggung jawab dengan apa yang sudah mereka lakukan di malam itu. “Tapi, sayang. Tidak ada satu pun wanita yang bisa membuka hatinya yang katanya sudah mati rasa. Dia hanya menunggu seseorang yang sampai sekarang pun masih belum tahu siapa wanita beruntung itu.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD