lima belas A

1331 Words

Seruni keluar kamar pagi-pagi sekali dan merasa amat bersyukur, Jingga tidak lagi merecokinya seperti tadi malam. Pria itu berhenti mengetuk pintu tepat di menit ke sepuluh usai Seruni memberi tanda cinta pada lehernya. Ia senang, setelahnya, bahkan suara pria itu tidak lagi mampir. Namun, saat azan Subuh berkumandang, barulah dia menemukan Jingga berdiri di depan pintu kamar Seruni, memandanginya dengan alis naik dan tangan bersedekap tanda tidak senang dengan kejadian tadi malam. Meski begitu, Seruni bersyukur, dia telah mengganti gamis penuh darah miliknya, dengan daster polos beraksen bordir yang kini tengah naik daun di pasar Tanah Abang. Zam lebih melek fashion untuk muslimah Indonesia dibandingkan dengan dirinya sendiri. "Kita mesti ngomong." Jingga menunjuk sofa di ruang kelua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD