Butuh bertahun-tahun bagi Seruni Rindu Rahayu untuk bisa menyaksikan pria yang dulu pernah menjadi teman dalam setiap mimpinya, menyantap menu paling sederhana yang bisa dia buat kala lapar bertahun-tahun lalu. Tidak seperti Lusiana yang terlahir dengan orang tua yang sanggup membelikan dirinya makanan apa saja, Seruni mesti berpikir dua kali jika hendak mengisi perut, terutama bila ada bapak di rumah. Telur adalah penyelamat yang paling bisa dia andalkan kala perutnya sudah amat pedih. Sebutir telur yang dikocok dengan garam dan lada cukup untuk tiga kali makan dan jika sedang kepepet, satu butir telur yang dicampur dengan adonan terigu dan air, akan jadi lebih banyak dan lebih lembut sehingga tidak begitu melukai tenggorokannya. Sepuluh tahun telah lewat dan menyaksikan Jingga makan de

