Selama bermenit-menit setelahnya, Galang Jingga Hutama hanya mampu memandangi Seruni Rindu Rahayu, istrinya yang berjalan beberapa langkah lebih dulu dibandingkan dirinya yang masih mendorong kereta belanja. Seruni masih berkeras bahwa sebaiknya mereka berdua jalan terpisah demi menghindari tatapan aneh dari orang-orang yang melihat mereka. Ketika Jingga mengatakan bahwa orang-orang tidak punya hak memberi pernyataan tentang mereka berdua, Seruni lalu menggeleng, seolah tidak setuju. "Bakal aneh kalo lo jalan ama gue, bukan lo yang bermasalah, tapi gue. Lagian jalan terpisah seharusnya buat lo seneng, gue nggak ambil kesempatan mepet-mepet pas Uci nggak ada. Itu kan yang lo mau dalam perjanjian kita?" Jingga menghela napas. Mulanya kemarahan benar-benar menguasai dirinya. Siapa sih yang

