Fakta mengejutkan dari kecelakaan itu adalah, pengandara lain yang terlibat dari kecelakaan itu meninggal, dan meninggalkan putri mereka satu-satunya yang saat ini sedang mengalami amnesia, sehingga tidak bisa mengingat apapun yang terjadi. Hal itu yang kemudian mendorong Samuel untuk ingin merawat gadis itu. Selain dari sisi kemanusiaan, Samuel pun merasa bersalah pada gadis itu, karena kecelakaan yang melibatkan kedua putranya itu membuat gadis itu kehilangan kedua orang tuanya. Meski setelah polisi turun ke TKP dan melakukan penyelidikan, kecelakaan itu terjadi karena kesalahan dari pihak gadis itu, yang lalai hingga keluar dari jalur lintasannya.
Yang menjadi kendala bagi Samuel saat ini adalah, mengenai dengan siapa gadis itu akan tinggal. Ia bisa saja membelikan sebuah rumah untuk gadis itu, namun jika mengingat kondisinya yang tengah amnesia, Samuel menjadi tidak yakin untuk membiarkannya tinggal sendiri. Ia pun tidak bisa membuat gadis itu tinggal bersamanya. Jangankan gadis itu, putra kesayangannya saja harus tinggal terpisah dengannya karena pekerjaannya yang sangat padat, dan mengharuskannya untuk berpindah tempat beberapa kali. Ia tidak mungkin membawa gadis itu disetiap kali ia berpindah, sedang gadis itu yang ia ketahui seumuran dengan Dirga, harus melanjutkan pendidikannya yang membuatnya harus menetap disuatu tempat.
Samuel juga tidak mungkin membiarkan gadis itu tinggal bersama Delio. Selain karena kondisi Delio yang belum sadarkan diri sampai saat ini, juga karena Delio kini telah mempunyai wanita disisinya. Delio telah memiliki tunangan. Samuel harus mempertimbangkan perasaan tunangan Delio.
Satu-satunya yang bisa Samuel harapkan hanyalah Dirga saja. Sayangnya hingga saat ini, Dirga terus menolak untuk tinggal bersama dengan gadis itu.
Samuel tidak khawatir jika membiarkan Dirga tinggal bersama dengan perempuan. Selain karena CCTV yang berada dirumah Dirga terhubung langsung dengannya, juga karena ia sangat mengenal sifat dari putra bungsunya itu.
Dirga bukan orang yang mudah dekat dengan lawan jenisnya. Bahkan untuk usianya yang menginjak remaja saat ini, Dirga belum pernah sekalipun menjalin hubungan asmara layaknya remaja seusianya. Ia tipe laki-laki yang sulit didekati oleh perempuan. Meski begitu, Dirga termasuk supel dan mudah bergaul, ia disukai oleh teman-temannya.
Hingga saat ini, perempuan yang dekat dengannya hanya Aile saja, perempuan yang sudah menjadi temannya semasa kecil, dan hingga saat ini, hanya Aile saja yang diperbolehkan untuk menyentuhnya tanpa alasan. Aile wanita yang kini sudah menjadi tunangan dari kakaknya. Namun akhir-akhir ini, perlahan Dirga juga mulai terbuka pada Nara, Ibu sambungnya.
****
Dwi Dirga Cessario, seorang remaja yang berusia 17 tahun, yang sekarang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Usianya masih sangat muda, namun ia mendapat kejutan besar dari Ayahnya yang mengharuskannya tinggal bersama perempuan asing, yang terlibat kecelakaan dengannya seminggu yang lalu.
Dirga adalah anak bungsu dari dua bersaudara, memiliki perawakan tubuh yang tinggi dan kulit yang berwarna sawo matang, alisnya yang tebal dan bulumatanya yang panjang meski tidak lentik membuat orang-orang bisa terhipnotis dengan tatapannya.
Dia tipe anak yang ceria dan sedikit susah diatur, sifat periang dan humoris yang diwariskan oleh Ayahnya membuatnya supel dan mudah mendapatkan banyak teman. Dirga hidup sendiri disebuah rumah yang disediakan oleh Samuel, Ayahnya. Awalnya, kehidupannya sebagai seorang remaja sangatlah sempurna, dia tampan, memiliki fisik yang bagus, cerdas dan jelas masalah ekonomi tidak lagi diragukan mengingat Ayahnya adalah seorang pengusaha besar, namun kehidupan yang sempurna ini seketika menghilang dengan kehadiran seorang perempuan dalam kehidupannya.
Bagi seorang remaja yang baru berusia 17 tahun, tinggal bersama dengan orang asing akan sangat sulit terlebih lagi jika itu lawan jenis. Segala perbedaan antara laki-laki dan perempuan akan membuatnya kesulitan untuk beradaptasi juga gerak-geriknya harus dia batasi karena akan ada hal-hal yang tidak diinginkan jika dia ingin berlaku seenaknya seperti sebelumnya.
Dirga menghampiri Delio yang masih berbaring tanpa sadarkan diri.
“Kak, cepatlah bangun. Ayah sedang menyerangku, dan aku butuh bantuan kakak untuk balas menyerang Ayah”
Tentu saja itu bukan maksud sesugguhnya yang ingin Dirga sampaikan pada kakak laki-laki yang sangat disayanginya itu. Jauh di dalam lubuk hatinya, Dirga mengharapkan Delio cepat tersadar dari tidur panjangnya, dan kembali memperlihatkan tawanya.
Delio Pratama Cessario, kini sedang berbaring tak sadarkan diri karena kecelakaan yang menimpanya beberapa waktu yang lalu. Dia adalah putra sulung Samuel yang memiliki watak bertolak belakang dengan Dirga.
Delio pembawaannya lebih tenang, lebih ramah dan pastinya menurut dengan apa yang dikatakan Ayahnya. Delio saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama. Meski tidak secerdas Dirga, namun Delio cukup ahi dalam beberapa bidang tertentu.
Usianya yang terlampau hampir 5 tahun dari Dirga membuatnya menjadi lebih dewasa, namun bukan semata karena usia saja tapi karena memang Delio memiliki watak yang lebih dewasa. Delio sangat menyayangi Dirga, dia perlakukan adik satu-satunya dengan sangat baik dan memberikan yang terbaik apapun itu yang bisa dia berikan pada adiknya. Ikatan persaudaraan Delio dan Dirga sangatlah kuat, hanya saja siapa yang bisa mengira bahwa mereka bukanlah saudara kandung, dan itu hanya diketahui oleh Ayah dan Nara, Ibu tirinya saat ini.
Samuel tidak pernah membeda-bedakan kedua putranya, meski sesekali dia membanding-bandingkan Delio dan Dirga dihadapan mereka secara langsung, namun Samuel tidak bermaksud untuk membuat salah satu diantaranya terluka, dia hanya ingin kedua putranya bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dengan saling memahami satu sama lain.
Samuel adalah seorang pengusaha yang sukses, begitu banyaknya pekerjaan yang harus dia urus membuatnya sesekali harus berpindah tempat tinggal. Awalnya dia menginginkan kedua putranya untuk tinggal bersama, namun karena kondisi tertentu yang tidak bisa ditawar-tawar akhirnya membuat Samuel memberikan masing-masing tempat tinggal untuk putranya. Saat ini dia memiliki seorang istri dan belum memiliki seorang anak dari pernikahan mereka.