BAB 23

1775 Words

Sepertinya yang kemarin dikatakan pohon roh itu. Sekarang, aku sudah berdiri di depan pohon besar yang ada di halaman istana. Pohon ini tidak bersuara seperti biasanya. “Sepertinya dia sedang pergi,” gumamku. Setelah aku amati, pohon ini bisa berada di mana mana. Sehingga, dia tidak selalu ada di pohon utama. Tetapi, suara yang wajah yang muncul setiap aku memanggil dia sama. Itu berarti dia hanya ada satu. Dan dia juga harus memenuhi semua kebutuhan peri di dunia ini. Aku merasa kasihan dengan dirinya. Dia pasti akan merasa kelelahan karena semua tugas itu. Tetapi, seperti yang dia katakan, hanya aku yang bisa berbicara dengan dirinya. Sehingga, hanya akulah yang paling membuat dia lelah. Karena, dia harus memunculkan wajahnya saat aku panggil. Namun saat ini, aku malah tidak ingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD