Hari semakin lama semakin terik. Mereka meninggalkan aku cukup lama di tengah taman ini. Entah, apa yang menyebabkan mereka sangat lama kembali lagi ke sini. “Kenapa aku ditinggalkan di tempat terbuka begini sih? Panas,” keluhku. Keringat pun mulai bercucuran di keningku. Aku memang berada di kursi roda, namun tidak bisa bergerak. Apa lagi, anggota tubuhku dari pinggang ke bawah masih belum berfungsi. Tanganku yang sudah bisa bergerak pun, masih belum terlalu kuat untuk memegang sesuatu. “Kenapa mereka lama sekali ya?” Aku bertanya pada angin. Aku pun tidak bisa melihat ke tempat mereka datang. Karena, posisiku saat ini bertolak belakang dengan tempat itu. Aku hanya bisa pasrah menunggu mereka di tengah panas seperti sekarang ini. Namun, tiba-tiba ada sesuatu yang aneh di belakangku.

