“Bagaimana ini? Mengapa aku tidak menemukan apa apa di sini?” Aku sudah sangat pusing menemukan jalan keluar dari tempat ini. Bahkan, aku sudah berkali- kali membuat sebuah pintu penembus batas ruang. Namun, aku masih belum juga berhasil. Aku selalu saja muncul di dalam istana ini. Pintu yang aku buat itu, tidak ada yang berhasil hingga dunia manusia. Jangan sampai ke sana, untuk bisa tembus keluar istana ini saja, aku masih belum berhasil. “Apa sebenarnya yang salah dalam perhitunganku. Padahal, sudah berkali- kali aku teliti. Dan hitungannya sudah sangat pas,” keluhku. Aku memperhatikan coretan angka dan kata yang ada di dinding. Aku sengaja membuat dinding bagian ini terbuat dari kaca yang tebal. Jadi, aku bisa dengan leluasa mencoret- coretnya. Semua ide yang ada di otakku, aku kel

