BAB 51

1915 Words

Aku sangat senang, akhirnya aku bisa keluar dari tembok istana ini. Padahal, semuanya mengatakan jika tembok ini memiliki kekuatan yang tidak bisa untuk ditembus siapa pun. Namun dengan pintu buatanku ini, aku berhasil melewatinya. Bahkan bukan hanya sekali percobaan saja, aku bisa menembus keamanan tembok ini. Setiap aku mencoba meletakkan titik koordinat lainnya, aku masih tetap bisa melewati dinding itu dan di tempat yang berbeda. “Kalau menembus dinding ini saja sudah bisa. Selanjutnya, aku akan mencoba membuat sesuatu yang bisa menembus keamanan dunia peri ini,” gumamku sambil melihat pintu ciptaanku ini dengan bangga. Hari ini, baru pertama kalinya aku merasakan tubuh ini sangat lelah. Memang aku akui, aku sedikit kurang tidur karena memikirkan pintu ini yang tidak pernah berhasil.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD