BAB 18

1804 Words

Lama aku duduk bersanding dengan Jenihelt. Bagaikan sepasang pengantin yang sedang duduk di atas pelaminan. Hanya saja, saat ini ragaku berbentuk seorang perempuan. Jadi, tentu saja orang lain melihat kami bukan seperti pasangan pengantin. Padahal, perasaanku sangat berbunga bunga waktu duduk berdua dengan dirinya. Tetapi, sepertinya tidak dengan Jenihelt. Dia sangat risih saat duduk berdua seperti saat ini. Katanya kami saudara. Namun, mengapa dia seperti tidak menganggap diriku seperti itu. Dia seperti memperlakukanku seperti seorang musuh. Atau lebih tepatnya lagi, dia sepertinya sangat jijik untuk berdua denganku seperti ini. Aku sangat mengenal perasaan ini. Karena, orang orang selalu menganggap aku seperti itu. Tepatnya, saat aku masih menjadi Henry. Entah apa yang salah dari dirik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD