BAB 2

1639 Words
Di sebuah dunia yang lain juga menceritakan tentang seorang peri yang sangat cantik. Dunia peri ini adalah dunia yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan manusia. Di sana tinggal sekumpulan peri peri yang cantik. Tidak semua peri memiliki sayap, tetapi semua peri mempunyai peranan masing-masing untuk menjaga keseimbangan dunia. Di dunia peri ini dibagi menjadi tujuh wilayah yang menyerupai kerajaan. Setiap wilayah itu ada seorang peri yang terlahir sebagai pengendali kekuatan elemen yang dimiliki oleh setiap wilayah. Jika peri pengendali mati, maka elemen pada wilayah tersebut akan ikut padam. Sampai muncul sebuah bunga baru yang akan melahirkan peri pengendali yang baru. Jika pengendali sudah terlahir kembali, maka kekuatan semua peri yang ada di wilayah itu akan kembali seperti semula.  Wilayah bagian yang berada di dunia peri ini ada tujuh buah. Setiap wilayah mempunyai kekuatan elemen yang berbeda-beda. Elemen yang dimiliki oleh para peri adalah elemen yang dibutuhkan oleh manusia. Saat datang musim bekerja, para peri itu akan turun ke dunia manusia dan menyempurnakan segala keperluan yang dibutuhkan oleh para manusia.  Para peri peri ini tidak pernah memiliki perasaan dan napsu seperti layaknya manusia. Dia hanya mengenal teman dan bekerja untuk menjaga keseimbangan alam. Mereka tidak mengenal perasaan benci atau pun cinta. Di dalam jiwa mereka hanya ditanamkan rasa saling tolong menolong dan mengikuti perintah dari pemimpin besar semua peri, yang dikenal dengan sebutan Ratu peri.  Ratu peri tinggal di sebuah istana yang besar yang berada di tengah-tengah dunia peri. Setiap wilayah bagian elemen berada mengelilingi istana tempat tinggal ratu peri. Walau pun mengelilingi, tetapi wilayah satu dengan wilayah lainnya sangat jauh jaraknya. Dari satu wilayah ke wilayah lain bisa menghabiskan perjalanan berbulan-bulan. Bahkan itu sudah menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh peri untuk berpindah tempat.  Umur Ratu peri hanya bertahan selama seribu dua puluh satu tahun. Dan setiap seribu tahun sekali akan muncul sebuah bunga misterius. Bunga yang hanya ada satu buah dan sangat indah dan mengeluarkan cahaya. Dari bunga itulah akan lahir Ratu peri selanjutnya. Tetapi dua puluh tahun yang lalu, sesuatu yang selama ini tidak pernah terjadi di dunia peri, tiba-tiba muncul.  “Ratu… ratu, coba lihat ini,” teriak salah satu pelayan ratu yang pertama kali menemukan keanehan itu. “Ada apa, Zee?” tanya Ratu kepada pelayannya itu. “Ratu… bunganya sudah muncul.” Peri yang tidak bersayap itu menunjuk ke arah pohon tempat munculnya bunga misterius. “Ya sudah pasti dia akan muncul. Sekarang tepat seribu tahun setelah aku lahir di dunia ini,” kata Ratu dengan santainya. “Bukan begitu Ratu. Ratu bisa lihat sendiri,” kata Zee. Sang Ratu pun melihat ke tempat yang tunjukkan oleh Zee. Di sana terdapat bunga misterius. Tetapi betapa terkejutnya sang Ratu saat mendapati bunga itu ada dua buah. Kemunculan hal aneh ini memang sudah diramalkan pada zaman dahulu. Dan salah satu dari bunga tersebut akan menjadi penyebab kehancuran dunia peri. Tetapi, peri yang hidup di zaman dahulu tidak memberitahukan ciri-ciri Ratu yang menyebabkan kehancuran dunia peri itu. “Ratu bagaimana ini? Salah satu dari mereka adalah penghancur dunia peri,” kata Zee dengan sangat khawatir. “Tenang saja, Zee. Selama mereka diawasi dan dididik dengan benar, mereka tidak akan menjadi penghancur dunia kita.” Ratu terlihat sangat tenang. Walau sebenarnya, ada sedikit kegelisahan di dalam hatinya. Berita bunga misterius yang muncul dalam dua buah dan dengan warna hitam dan putih, menyebar sangat cepat. Semua wilayah sudah mengetahui tentang berita yang menggemparkan seperti itu. Para pemimpin wilayah pun langsung bergegas mendatangi istana Ratu peri. Dalam waktu yang sangat cepat dari perjalanan yang seharusnya, mereka sudah sampai di aula Ratu peri. “Ratu memasuki ruangan.” Seorang penjaga gerbang memberitahukan bahwa Ratu peri akan memasuki ruang aula. Para pengendali elemen yang merupakan pemimpin wilayah langsung menunduk. Mereka langsung melihat ke bawah dan berdiri di kanan dan di kiri jalan yang akan dilalui oleh Ratu peri. Saat Ratu peri berjalan memasuki ruangan, tidak ada satu pun yang berani menatap langsung wajah Ratu peri. Mereka semua menghormati Ratu peri, walau dia hanya seorang perempuan. Tetapi setiap ratu peri mempunyai kemampuan untuk menghapuskan elemen yang dimiliki oleh pengendali elemen. Jika elemen itu diserap oleh Ratu, maka elemen itu akan hilang dan mengganggu keseimbangan dunia. Para pengendali itu pun sebenarnya tahu, bahwa Ratu tidak akan melakukan hal itu. Meski pun terkadang para pengendali pernah melakukan sebuah kesalahan. Ratu tidak pernah langsung mengambil elemen itu dari dunia ini. Ratu hanya memberikan hukuman yang tidak terlalu memberatkan. Karena, Ratu peri selain dia perempuan yang paling kuat, tetapi dia juga perempuan yang berhati lembut dan baik hatinya. Ketika Ratu peri sudah duduk di singgasananya. Barulah para memimpin wilayah mengangkat wajahnya. Para pemimpin langsung melihat Ratu dengan rasa harap harap cemas. Di mata mereka juga terlihat ketakutan dan keinginan untuk melakukan sesuatu terhadap bunga yang baru saja muncul itu.  “Salam yang mulia,” sapa salah satu pemimpin wilayah. “Silahkan berdiri klan aides.” Ratu melambaikan tangannya memerintahkan dia untuk bangun dari posisi hormatnya. “Maaf sebelumnya Ratu, jika kedatangan kami ke sini mendadak dan pasti mengganggu waktu Ratu,” kata salah satu pemimpin klan lainnya. “Aku sangat mengerti maksud tujuan kalian datang ke sini. Memang yang namanya berita aneh, cepat sekali menyebarnya,” kata sang Ratu sambil menatap seluruh pemimpin wilayah. “Maaf Ratu, kami merasa sangat khawatir dengan keberadaan dua bunga misterius itu,” kata Marvean, pemimpin klan iests. “Iya Ratu, ini sesuai ramalan zaman dahulu. Jika akan ada suatu saat munculnya calon ratu yang akan menghancurkan dunia peri,” kata Oldies, pemimpin klan eary. “Iya ratu, bagaimana jika ramalan itu benar.” “Apa yang harus kita lakukan sebelum ramalan itu terjadi, Ratu.” “Bagaimana nasib semua peri, Ratu.” Semua pemimpin wilayah tidak henti hentinya melempar pertanyaan. Sedangkan, sang Ratu masih tetap terlihat tenang. Dia melihat semua pemimpin itu dengan tatapan santai. Sepertinya, dia tidak merasakan kegelisahan sama sekali. Sampai tiba-tiba aula kerajaan hening. Semua pemimpin klan sudah mengeluarkan segala pertanyaan yang ada di dalam hati dan otak mereka. “Sudah?” tanya Ratu dengan santai. “Sudah apa Ratu? Ratu belum menjawab semua pertanyaan kami.” Rioyen, pemimpin klan kaze terlihat sangat kesal dengan sikap tidak peduli sang Ratu. “Tenang Rioyen. Saya bukannya tidak peduli. Tetapi, saya masih menunggu kalian berhenti untuk bertanya,” kata Sang Ratu. Mereka semua pun terdiam saat sang Ratu berbicara demikian. “Kalian tenang saja. Semua yang dikatakan peramal belum tentu benar,” lanjut sang Ratu. “Jika itu benar bagaimana Ratu?” tanya Oldies. “Selama mereka kita didik dalam ajaran yang benar. Pasti mereka akan tumbuh menjadi peri yang baik. Sama seperti kalian,” kata Ratu.  “Tapi Ratu, nanti dari mereka berdua siapa yang akan kita pilih sebagai Ratu selanjutnya?” tanya Aureal. “Kita akan lihat setelah mereka dewasa, siapa yang pantas menjadi Ratu.” “Lalu bagaimana kalau calon ratu satunya lagi tidak terima, dan berniat menghancurkan dunia ini. Bagaimana Ratu?” tanya Rioyen. “Tenang saja, kita bisa tanamkan nilai kebaikan di dalam dirinya. Sehingga dia bisa tumbuh dengan jadi peri yang selalu berhati baik.” Ratu sangat percaya bahwa kedua calon peri ini adalah peri peri yang baik. “Tapi Ratu, itu artinya kita bisa saja mengalami kejadian tidak terduga nanti. Kemungkinan terburuk bisa saja terjadi,” kata Oldies. “Iya, itu mungkin saja.” Ratu menjawabnya dengan santai. “Tapi Ratu, bagaimana nasib kita nanti Ratu. Andai Ratu bisa berumur panjang, pasti kita tidak akan sekhawatir ini,” kata Fiserent, pemimpin klan Foxa. “Saya yakin, jika kalian selalu bekerja sama dan kompak. Kalian pasti akan bisa mengatasi ulah nakal mereka. Bagaimana pun, pengalaman kalian lebih baik dari pada mereka,” kata Ratu. “Kenapa kita tidak memusnahkan salah satunya saja, Ratu. Kita kan hanya membutuhkan satu orang peri untuk menjadi Ratu selanjutnya,” kata Marvean. “Kalian tega membunuh bayi yang belum lahir?” tanya Ratu. Semua pemimpin wilayah hanya terdiam. Mereka saling melempar pandangan satu dengan lainnya. “Kami memang tidak tega Ratu. Tetapi, jika mereka merupakan ancaman buat kita. Kenapa kita tidak musnahkan sebelum dia muncul ke dunia ini.” Rioyen memberanikan diri mengutarakan pendapatnya yang tergolong sangat kejam. “Lalu, yang mana yang akan kalian musnahkan? Yang hitam atau yang putih?” tanya sang Ratu. “Pastilah yang hitam Ratu. Hitam selalu menunjukan ke arah kejahatan,” kata Aureal dengan percaya diri. “Yakin? Bagaimana ternyata kalian salah membunuh. Ternyata yang kalian bunuh adalah pemimpin yang sangat baik untuk kalian,” kata Ratu. Mereka tidak lagi bisa membalas ucapan sang Ratu. Mereka juga tidak yakin dengan pilihan mereka. Bagaimana pun mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat. Mereka juga tidak mau salah membunuh. Dan jauh di hati kecil mereka, ada sebuah perasaan yang tidak tega untuk membunuh calon bayi yang belum muncul di dunia ini. “Jika kalian tidak yakin, kita tidak bisa mengambil sembarang tindakan. Bagaimana jika pilihan kita adalah pilihan yang salah,” kata Ratu. “Lebih baik, kita biarkan saja mereka lahir ke dunia ini. Biarkan saja mereka hidup sebagaimana mestinya. Tinggal kita yang berusaha mendidik mereka. Jika salah satu dari mereka memang terlahir untuk menghancurkan dunia peri ini, kita tinggal berusaha untuk mencegahnya. Kita tidak mungkin lari dari takdir yang sudah ditentukan,” lanjut Sang Ratu. Semua pemimpin wilayah hanya bisa tertunduk dan menerima keputusan dari Sang Ratu. Setelah tidak ada lagi yang dibicarakan lagi, semua pemimpin wilayah pamit untuk undur diri. Dan Sang Ratu pun mempersilahkan mereka untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing. Inilah takdir yang akan terjadi di dunia peri. Salah satu dari peri yang berada di dalam bunga itu, memang seorang peri yang akan menghancurkan dunia ini. Dan Ratu sendiri sudah merasakannya. Tetapi dia tidak mau memberitahukan kepada semua klan, karena dia tidak yakin peri yang mana yang akan menjadi penghancur.  Ratu hanya bisa membiarkan takdir ini berjalan begitu saja. Tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD