Saat aku sedang berbicara dengan pohon ajaib itu, tiba-tiba saja ada yang memanggil diriku. Dan dalam seketika, pohon itu menghilang dari permukaan batang yang menembus dinding kamar ini. “Putri... putri Moyline... kamu di mana?” suara Uhi berteriak memanggil diriku. “Putri... putri di mana?” Kali ini suara Merku juga ikut memanggil diriku. Suara mereka secara bergantian memanggil diriku. Aku pun keluar dari kamar yang hancur ini. Sama seperti saat aku masuk tadi, aku pun harus melangkah secara berlahan agar lantainya tidak roboh. “Ya... aku di sini,” balasku saat aku sudah ada di luar kamar. “Putri...” Uhi dan Merku langsung berlari ke tempat aku berada. “Putri. Putri lagi ngapain di sini?” tanya Uhi panik. “Aku cuma penasaran sama kamar ini,” jawabku dengan santai. “Putri... kamu

