BAB 25

1803 Words

Aku masih kepikiran dengan ucapan pohon roh itu. Bagaimana bisa dia tidak melihat badai yang aku rasakan. Padahal, dia sempat melihat diriku ambruk karena tidak bertahan dengan panasnya badai itu. Bahkan, saat aku tanya apa yang dia lihat. Dia mengatakan hanya melihat aku yang diam sambil memegangi gagang pintu. Dia juga tidak melihat aku berteriak teriak meminta tolong. Mengapa bisa demikian? Padahal jelas jelas aku berteriak meminta tolong. Awalnya, aku pikir pohon elemen roh itu berbohong. Dia seperti menutupi kejadian yang juga merupakan kesalahan yang dia perbuat. Namun, setelah dia menanyakan tentang kejadian itu. Aku jadi ragu, antara dia berbohong dan berkata jujur, aku tidak yakin. Tiba-tiba, aku juga teringat dengan bajuku. Bajuku yang terkoyak pun juga sama. Saat aku sadar, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD