BAB 26

1839 Words

Jenihelt terus melangkah mendekati diriku. Wajah kesalnya masih terlihat jelas di sana. Aku tidak bisa menghindar lagi, jika Jenihelt melakukan sesuatu kepada diriku. Aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan diriku. Dengan tubuh yang tidak bisa bergerak seperti ini, sangatlah mudah bagi Jenihelt untuk membunuhku saat ini juga. “Putri... putri jangan...” Uhi yang sudah terlempar ke lantai, masih bisa mencoba menahan kaki Jenihelt. Tetapi, Jenihelt lagi lagi melempar tubuh Uhi menjauh dari dirinya. Dia kembali melihat diriku. Tatapan matanya sangat tajam. Sampai, Jenihelt pun duduk di atas kasur air ku ini. “Ternyata, kamu masih betah tidur di dalam kasur ini,” katanya dengan nada menghina. “Kalau kamu mau, kamu bisa minta dibuatkan oleh Ratu,” kataku membalas hinaannya itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD