BAB 38

1753 Words

Aku dan Ratu sekarang sedang berdiri di samping pohon roh. Berkali- kali, aku menelan ludah. Aku sangat tegang saat disuruh mengeluarkan pintu itu lagi. Bahkan, pohon roh juga melihatkan dirinya. Dia juga ikut melihat diriku. Pohon itu sama penasarannya dengan sang Ratu. “Mmmmm... Fesaint mana, Bun?” Aku menanyakan sesuatu yang sudah tahu jawabannya. Aku melakukannya, agar dapat keluar dari ketegangan yang sedang aku alami. Namun nyatanya, pertanyaan itu tidak berpengaruh terhadap mereka berdua. Baik pohon maupun Ratu hanya melihat aku dengan sinis saat aku menanyakan hal itu. “Mmmmm....” “Apa lagi yang kamu tunggu sayang?” Belum juga aku membuka mulut ini untuk mengalihkan perhatian. Ratu langsung memintaku untuk segera mengeluarkan pintu itu. “Mmmmm... apa hanya kita berdua saja ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD