Ratu masih terus melihat aku dengan tatapan tidak percaya. Apa sebegitu bahayanya, jika aku sampai bertemu dengan dua orang itu. Apakah yang dipikirkan Ratu sama dengan yang aku cemaskan? “Apa kamu tidak mengalami hal yang aneh aneh, setelah ketemu sama Erine?” Ratu pun mulai menanyakan kembali sesuatu yang berkaitan dengan anak perempuan yang tiba-tiba muncul di depanku. “Mmmm... yang aneh ya, Bun.” Aku mencoba mengingat sesuatu yang sempat terlupakan. Namun yang pasti, kejadian yang hampir merenggut nyawaku hanya pada saat aku akan memasuki pintu menuju dunia manusia. Setelah itu, aku tidak pernah menemukan kejadian yang lebih berbahaya dari pengalaman itu. “Kalau tidak salah, sebelum Bunda datang ke sini sempat ada sebuah angin yang mengganggu saat aku sedang belajar berjalan.” Aku

