Ratu dan aku saling berpandangan dengan tatapan yang berbeda. Aku yang sedang kebingungan menanggapi arti dari perkataan Ratu. Sedangkan, Ratu menatap diriku dengan memperhatikan aku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Seseorang yang sedang berada di depanku seperti melihat diriku dengan artinya yang ganda. Semoga saja, dia tidak curiga bahwa aku bukanlah putri yang asli. “Kamu... “ Ratu terdengar ragu untuk melanjutkan perkataannya. “Iya, Bunda.” Aku menjawab seolah, Ratu memanggil diriku. “Mmmm... apa kamu bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat peri lain?” Aku sedikit kurang paham dengan yang Ratu katakan. “Maksud Bunda?” Aku berharap Ratu bisa menjelaskan lebih dari pertanyaannya itu. “Contohnya Bunda. Bunda tahu, ada dua peri yang sedang memperhatikan kita sekarang.” Setela

