Icut tidak tahu sudah berapa lama ia tidur. Rasa nyeri yang menyerang kepalanya memang tidak terlalu terasa lagi. Berkat bubur dan perhatian Haykal--juga tidur yang cukup--demamnya mulai menurun. Diraihnya handphone, sengaja untuk memeriksa pesan. Dan ia baru sadar, sudah tiga jam sejak Haykal berada di sisinya--menyuruhnya untuk istirahat. Namun, sekarang batang hidung lelaki itu tidak tampak. Ke manakah dia? Beringsut turun dari kasur, Icut berjalan pelan ke kamar mandi. Menyelesaikan kegiatan ringan--membuang air kecil--yang terasa sesak sedari matanya terbuka tadi. Selesai dari itu, Icut keluar dari kamar. Mencari Haykal di setiap sudut rumah. Hening. Lelaki itu tidak ada. Apakah ia bekerja? Di saat istrinya sedang sakit seperti ini? Ia berdecak kesal. Haykal memang tidak bisa di

