Bab 13. Pedih

1291 Words

Keira tiba di rumah sakit lebih awal dari biasanya. Seragam hijau bersih dengan kerah yang rapi membalut tubuhnya, rambutnya diikat sederhana. Ia menghela napas panjang, hari ini ia kembali menjalankan tugasnya sebagai perawat sekaligus asisten di poli umum. Ketika Keira membuka pintu ruang poli, Julian sudah ada di dalam, duduk di balik mejanya sambil membaca catatan medis pasien. Dokter itu tampak serius, tapi tatapannya sempat berhenti beberapa detik saat melihat Keira masuk. “Selamat pagi, Dok,” sapa Keira dengan suara pelan, mencoba profesional meski hatinya sedikit gugup. Julian menurunkan map yang dipegangnya, menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu mengangguk kecil. “Pagi.” Suaranya datar. Keira menatapnya sekilas, mencari tanda-tanda perhatian yang sempat ia rasakan saat sak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD