"Kenapa kau lebih banyak pendiam setelah sampai rumahmu?" tanya Samir ketika mereka sudah berada di kamar Safiya. Keduanya memutuskan untuk menginap karena sudah lelah dan juga waktu sudah larut. Besok pagi, baru mereka memutuskan kembali ke apartemen untuk mulai beraktifitas setelah libur. "Menurutmu saja aku diam. Aku hanya tak paham dengan yang kalian bicarakan," jawab Safiya. "Benarkah?" tanya Samir menatap tak percaya ke arah istrinya. "Terserah kau saja. Aku ngantuk," jawab Safiya mencoba mengakhiri obrolan. Namun dengan cekatan Samir mencekal lengan istrinya. Sehingga Safiya berhenti melangkah menatap wajah tampan suaminya dengan penuh tanya. "Kau tak mau cerita padaku?" tanya Samir dengan nada lembut. Safiya tersenyum menutupi rasa yang tak bisa ia jelaskan kepada lawan bica

