Nancy tidak membenci Freya, begitupun dengan Freya yang tidak membenci nya. Tapi hubungan Cinta dan Benci mereka bisa mengatakan yang paling aneh, Nancy tidak akan suka kalau Freya lebih di depan suka, dia tidak suka Freya suka apa yang dia suka, Nancy juga tidak rela kalau Freya di caci maki oleh pembenci karna bagi Nancy , hanya dia yang pantas mencibir Freya.
Begitupun dengan laki-laki, Nancy tidak akan menerima jika Freya menerima sakit hati hanya karna laki-laki dan terlwbih yang membawa-bawa nama Nancy.
Mungkin tidak banyak yang tahu jika perempuan berwajah dingin seperti Nancy punya rasa yang tulus untuk Freya.
"Bukannya lo pacaran sama Freya Angeline?" Nancy bertanya pada seseorang yang sedang menunggu, lelaki yang di banggakan Freya senang saat pemotretan di merek Alish.
"Salah kalau gue sayang sama Freya dan suka sama lo?"
"Maaf Daniel, gue pacar kakaknya Freya" Nancy tersenyum miring saat melihat Alex yang masuk ke dalam Bar di lantai teratas hotel ini.
"Lo bukan tipe gue lagi, Alex lebih semuanya di banding lo" Nancy bilang lalu berjalan menghampiri Alex.
Mencium Alex di bar tengah bukan lah hal yang patut dibanggakan, diminta dia hanya untuk mendukung perasaan Freya, perempuan yang di musuhi dan di sayangi nya.
Nancy membulatkan balik saat Alex membalas ciumannya dan menarik pinggang nya agar lebih merapat memenangkan. Tapi Nancy harus berekting senatural mungkin, jadi Nancy memilih untuk memperdalam ciumannya dengan Alex.
Alex meremas p****t Nancy, ia menikmati serangan tiba-tiba teman adiknya itu. Dan saat itu juga, Alex memikirkan satu ide gila agar pernikahannya dengan wanita, pilihannya, batal dan dia bisa bersama wanita impiannya sejak kecil.
"Nakal ya kamu, sayang" Alex menurunkan ciumannya ke rahang Nancy.
Nancy tersenyum lalu mendorong perlahan Alex dan menariknya ke luar bar.
"Sayang, kamu enggak lagi ngajakin lanjut ke kamar kan?" Alex masih menunggu sampai di lorong yang sepi, Nancy melayangkan satu tamparannya.
Plak ..
"Enggak ada yang mengulas laki-laki di keluarga Dimitrio yang baik" Nancy tampak marah, Alex mengangkat satu alisnya setelah Nancy melayangkan tamparannya tadi.
"Terus kenapa lo mencium gue di tengah-tengah umum?" Alex bertanya dengan nada mengejek.
"Enggak perlu lo tahu, yang jelas harus dilakukan karna sesuatu dan coba lo ada" Nancy menjawab dengan angkuh.
"Gue punya penawaran buat lo" Alex bertanya.
Nancy berdecih dan melihat remeh ke Arah Alex ..
"Gue enggak perlu penawaran, kalau hanya harta dan tahta. Wajah cantik gue bisa mendapatkan nya dengan mudah" Nancy membalas.
"Lo dan Freya berasal dari tempat yang sama, lo ingin mencari keluarga kandung lo kan?"
Nancy diam, menatap tajam pada Alex. Ia tidak tahu bagaimana Alex bisa tahu.
"Bukan urusan lo," kata Nancy, ia tidak ingin membicarakan dengan kakak sulung. Freya yang terkenal Playboy dan hanya setia pada wanita yang sudah bersuami.
"Gue bisa nemuin keluarga kandung lo, tanpa sepengetahuan keluarga lo. Keluarga lo enggak akan mengajakmu pergi kan. Menikah sama gue, Nancy" Alex menawarkan "lo akan dapat harta dan tahta, dan menemukan keluarga lo"
"Bagaimana lo tahu tentang gue?"
"Mudah, Freya dan lo punya hubungan yang unik. Frey dinilai lo cukup gila karna ingin mencari keluarga yang membuang lo"
"Cewek gila"
"Dan cewek gila itu adik bungsu gue"
Alex tersenyum penuh arti ke arah Nancy.
[] [] []
Freya tampil manis dengan baju berwarna putih dan jeans serta sepatu setinggi tujuh centi, sakit ini ia akan tampil dan melakukan fan meeting di sebuah mal dan tentu saja Jovan tidak akan ikut karna setelah mengantar Freya sebelumnya, lelaki itu harus kembali bekerja sehingga Freya bisa pulang dengan kekasih baru nya yang masih di rahasia kan nya itu.
Freya tersenyum manis sambil mentanda tangani penggemar antrian yang sudah membeli album baru, sampai satu lelaki tinggi yang cukup menarik perhatian para gadis abg sampai di coba.
"Katanya bukan penggemar" Freya tersenyum lalu mentanda tangani album milik Barack.
"Gue suka lagu baru lo, gue harap lagu yang bakalan lo daur ulang bisa jadi hits selanjutnya" Barack berkata.
"Terimakasih" jawab Freya.
"Putusin pacar lo, ngelihat Daniel sama Nancy di klub" kata Barack lalu pergi.
Freya diam, ia memegang transisi. Lupakan semua lelaki. Apa hanya Jovan yang buruk tetapi selalu menjadikannya prioritas utama, Karena psyco gila yang menyebalkan.
"Kak Freya" seorang gadis berambut cokelat dengan gigi ompong membuat Freya tersadar dari pikirannya yang lucu dan tersenyum.
"Hei, makasih ya sudah beli album ku" ucap Freya, lalu mentanda tangani album anak kecil itu.
Selama dua jam, Freya tersenyum dan melakukan kegiatannya dengan lancar, Setelah membawakan lagu baru, Freya berpamitan dengan para penggemar dan meminta pulang pada Nara. Sementara di parkiran Daniel sudah menunggu nya.
Freya berjalan dengan sedikit tergesa keluar dan menuju parkiran dengan Nara dan dua asistennya di belakang. Mereka hanya menunggu mengantar Freya sampai ke mobil Daniel.
"Frey jangan sampai ketahuan Jovan, ya!" Nara berkata "entar gue yang kena"
"Bang Jo jinak sama gue" Freya menjawab, Bahkan dia juga takut jika Jovan tahu jika dia punya pacar.
Tapi bukan itu masalahnya sekarang, kalimat Barack terus berputar di meminta, dia akan bertanya langsung pada Daniel.
"Jangan sampai Jovan tahu!" Lebih lanjut lagi.
Freya mengibas masuk dan langsung masuk ke dalam mobil Daniel.
"Baby" Daniel mengusap rambut Freya dan tersenyum manis.
"Jalan !, entar keduluan bang Jo sampai rumah. Lagian malam ini aku punya acara sama Nancy" kata Freya.
"Nancy?" Daniel mengerutkan keningnya.
"Iya, Nancy. Model yang lagi naik daun, mendapat dia di tawarin film utama sama kamu"
"Oh ya ?, aku enggak kenal"
"Oh, tadi malam kamu kemana?" Freya bertanya.
"Ada syuting, sayang" jawab Daniel.
"Syuting di bar?" Freya bertanya, Daniel menatap Freya dengan alis bertautan.
"Siapa bilang ?, kamu jangan aneh-aneh deh"
Freya menghela nafasnya.
"Berhenti di pinggir!" Freya berkata.
"Kamu mau apa Frey?, Mau bikin skandal hubungan kita di tengah jalan?" Daniel bertanya dengan nada jengkelnya, tapi dia juga tetap memepikan mobilnya.
Freya menarik nafasnya.
"Kamu sama Nancy tadi malam?" Freya bertanya.
"Siapa yang bilang ?, kamu jangan percaya omongam model itu."
Freya menautkan alisnya, bingung.
"Nancy?" Freya bertanya.
"Iya, dia pacar sulung kamu kamu kan ?. Jangan cuma karna dia calon kakak ipar kamu, kamu lebih percaya dia di banding aku yang pacar kamu. Frey"
"Wah .." Freya tidak menyangka kalau mengucapkan Barack memang benar kalau Daniel bersama Nancy tadi malam. Dan lebih tidak di sangka nya lagi jika Nancy diterima sebagai pacar Alex.
Sementara Nancy tahu jika Alex akan segera menikah dengan cucu teman kakeknya, dan mereka terlihat saling menyukai.
"Kita putus, lo ganggu gue. Gue bakalan aduin ke abang gue" Freya membuka pintu mobil dan keluar, lagi pula Daniel tidak akan bisa keluar mobil. Setahu Freya, Daniel itu tipe lelaki yang sangat menyenangkan.
Freya langsung menyetop taksi yang pindah lewat dan segera masuk ke dalam taksi itu saat taksi itu berhenti di komitmen.
[]
Freya menarik nafasnya, berusaha membaca loganya saat melihat Nancy sudah duduk manis bersama Alex.
"Bang Jo udah pulang?" Freya bertanya, menyadarkan Nancy dan Lex yang terlihat seperti pasangan impian itu, atau lebih mempertanyakan gol pasangan
"Tumben nanyain Jo" jawab Alex.
"Iya, mau ngadu sekalian nanya" ucap Freya sambil melirik Nancy tajam.
"Sini ngadu ke bang Al" Alex membalas.
"Masa mau ngadui bang Al sama Nancy, ke bang Al juga" jawab Freya.
"Kan lo yang ngajak gue makan malam di sini, Frey. Demi ibu panti" Nancy menyahut.
"Gara-gara lo, gue putus sama Daniel. Abang gue juga mau nikah bulan depan, lo mau ngerebut dia dari kak Laras?" Freya sudah tidak bisa lagi menahan semua kalimat yang sejak tadi ingin di ucapkannya.
"Abang lo mau nikahin gue, Frey" jawab Nancy dengan senyum congkak nya.
"Lo mau nguras harta abang gue?" Freya menatap kesal, bahkan dia sadar sudah berkacak pinggang dan menghentakkan satu kaki nya membentak Nancy.
"Kalau abang lo suka nya gue, lo bisa apa?" Nancy membalas.
"Lo kurang apa, hah? Cantik, model, nama belakang lo udah ada Gaelan nya. Lo masih mau jadi penggali emas?" Freya membentak.
"Kalau gue juga suka sama abang sulung lo, mau ngapain lo sekarang?" Nancy mengangkat satu alisnya.
"Lo enggak Tulus, lo itu penggali emas Nancy. Muka dua, tadi malam lo ketemuan sama Daniel kan?"
"Oh, Daniel. Dia bilang suka sama gue"
Alex rasanya ingin tertawa melihat pertengkaran Nancy dan Freya. Freya yang terlihat seperti anak kecil dan Nancy yang sengaja membuat Freya marah. Hubungan Cinta dan benci mereka memang agak aneh, tapi juga cukup menyenangkan bagi Alex.
"Gue bakalan jadi pihak pertama yang ngambil hubungan lo sama bang Al. Dan gue bakalan ngehasut mommy dan daddy gue biar kalian enggak di restuin. Dan yang pasti bang Jo bakalan jadi orang pertama yang ngedukung gue" Freya coba dengan nafas memburu.
"Frey, abang sama Nancy udah lama menjalin hubungan bahkan sebelum kakek kita ngejodohin abang, mungkin salah abang karna suka sama perempuan yang jauh lebih muda kayak Nancy" Alex bertanya.
"Lo kalah" Nancy berkata tanpa suara sambil menggapit lengan Alex.
Freya menarik nafasnya dan berjalan naik ke lantai dua, ke arah kamarnya dengan kaki yang di hentakkan.
" b******k, Nancy" Freya mengacungkan jari tengahnya pada Nancy yang memeluk lengan Alex sambil menjulurkan lidahnya ke Arah Freya.
.................................... Tbc