Part 03

1202 Words
Stela kembali ke mansion menggunakan salah satu mobil sorotnya yang berwarna merah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sesampai di mansion langsung naik tangga menuju kamarnya. Baru berjalan dua langkah tiba-tiba ponsel nya berbunyi, segera stela mengambil ponsel nya yang ada di saku dan mengangkatnya. Ternyata dari Grizelle. "Hallo Nona Stela." ucap Zelle. "Ya?" balas Stela. "Bersiaplah, Nona Stela nanti ada acara fashion show dengan desainer ternama itu." ucap Zelle memberitahu. "Okay. Saya prepare sekarang." balas Stela. "Baik Nona Stela, nanti saya ke mansion anda. Kabari saya kalau anda sudah selesai prepare." Stela tidak menjawab langsung mematikan ponselnya dan bergegas ke kamar untuk prepare. Setelah selesai prepare Stela langsung mengetik pesan untuk Zelle. "Saya sudah siap." Zelle "Baik nona Stela. Saya kesana sekarang. Stela menunggu sambil tiduran di kamarnya dan bayangan cowok b******k itu mengalir begitu saja dipikirannya. "Arghhh brengsek." batin Stela Sakit hatinya kembali muncul. Pikiran selalu terbayang kejadian frist kiss itu. Ketukan pintu itu membuat lamunannya buyar. "Nona Stela, apa anda ada di dalam?" tanya Zelle dari luar. "Hm." jawab Stela sambil beranjak membuka pintu dan keluar kamar. "Ayo Nona kita sudah ditunggu." ucap Zelle. Stela langsung bergegas kemobil di ikuti Zelle dari belakang. Mobil pajero sport itu melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai ditempat fashion show Stela langsung pergi ke ruang makeup. Hasilnya make overnya sangat menajubkan. Stela terlihat sangat cantik. Dengan balutan dress punggung yang terexpose membuat stela terlihat sangat sexy. Tiba-tiba pintu terbuka munculah desainer ternama itu. Mata stela melotot tak percaya. Ternyata desainer ternama itu Aurora Alston. Teman kecil stela yang terpisah karena orang tua Aurora pindah ke Indonesia. Daddy Aurora seorang pengusaha perusahaan Alston's Group's. Aurora perempuan yang sangat cantik, manis, baik dan lemah lembut. Banyak laki laki yang menyukainya dan ingin menjadikannya pacar, bahkan istrinya. Namun Aurora menolaknya dengan halus. Stela tidak percaya ternyata yang menjadi desainer bajunya itu teman kecilnya sendiri. Begitupun Aurora yang masih diam mematung tidak percaya tenyata model untuk bajunya itu Auristela Lesham. "Aurora." panggil Stela sambil memeluk aurora. "Stela." balas Aurora sambil memeluk Stela lebih erat. "I miss you." ucap Stela masih memeluknya. "I miss you too." jawab Aurora. "Kau kemana saja? Kenapa nomormu tidak aktif?" tanya Stela sambil melepaskan pelukannya. "Sorry waktu itu ponsel ku rusak." balas Aurora sedih. "Kenapa kau tidak menghubungiku? Kau lupa denganku?" Tanya Stela pura-pura marah. "Bukan gitu Ala. Tapi aku tidak tau nomormu. Nomormu ada di ponsel ku yang rusak." jawab Aurora berusaha meyakinkan stela. "Kau masih inget nama panggilan kita?" tanya Stela antusias. "Iya dong. Tidak mungkin aku lupa sama teman kecilku. Kau panggil aku Ara dan aku panggil kau Ala" jawab Aurora dengan senyum manisnya. "Sosweet." balas Stela terkekeh. "Lebay." balas Aurora terkekeh. Ditengah keasyikan mereka melepas rindu, tiba-tiba Zelle masuk keruangan tersebut. "Maaf Nona sebentar lagi anda masuk kepanggung catwalk." ucap Zelle mengingatkan. "Okay." jawab Stela. Zelle beranjak pergi menuju tempat duduk depan panggung. Para model sudah berbaris sesuai urutan. Stela paling depan karena dia supermodel yang paling ditunggu. Di depan sudah banyak photografer yang bersiap untuk mengabadikan momen. Stela nampak gugup, karena dia baru pertama dipanggung sebesar ini. Tiba saatnya nama Stela dipanggil. Stela pun maju ke atas panggung disambut dengan kilatan kamera dari sekian banyaknya photografer. Stela berlenggak lenggok dengan senyum manisnya. Membuat semua para laki laki menatapnya dengan kagum. Tubuh sexy wajah cantik dan mata berwarna hijau. Diatas catwalk Stela mendengar ada perempuan yang mengatakan bahwa Auristela Lesham seorang b***h di club malam yang terkenal di kota New York. Itu membuat stela melihat kebelakang di iringin dengan senyum smirknya. Ya, senyum mematikan. Hanya perempuan bodoh yang berani mengatakan itu. "tunggu tanggal mainnya b******k!" batin Stela dengan senyum dan tetap berjalan di catwalk dengan anggun dan sexy. Setelah selesai Stela langsung kembali keruang makeup dan bergegas berganti pakaian dengan pakaian serba hitam, tidak lupa dengan membawa senjata. Setelah semua selesai Stela beranjak pergi mencari perempuan tadi. Perempuan yang mengatakan bahwa auristela Lesham hanya seorang b***h diclub malam. Kata kata itu membuat stela semakin marah. Semua orang tidak tahu bahwa seorang stela ternyata seorang yang sangat kejam jika hatinya sudah terluka. Beruntungnya stela menemukan wanita itu sedang berjalan keluar dari acara fashion show tadi. Perempuan itu pergi dengan membawa mobil sportnya. Stela langsung mengikutinya dengan menggunakan motor hitam andalanya khusus untuk membalas sakit hatinya. Motor ninja sport hitam itu melaju di belakang mobil perempuan itu. Perempuan itu melewati tempat yang sepi dan itu membuat stela semakin semangat untuk membalas dendamnya. Stela langsung menghadang perempuan itu membuat orang yang ada dimobil itu langsung menghentikan mobilnya. Lalu munculah sosok perempuan turun dari mobil. Ya itu yang ditunggu stela dari tadi. Stela beranjak turun dari motor dan langsung membuka helm membuat perempuan itu kaget. Disisi lain ada seorang pria yang mengamati Stela dan perempuan itu. Tapi stela tidak tau akan hal itu. Yang ada dipikiran Stela hanya balas dendam dengan perempuan itu. "Kenapa kau mengikutiku?" tanya perempuan itu malas dengan wajah tidak berdosanya. "Membunuhmu." ucap Stela tajam dengan senyum smirknya. "Belagu. Kau hanya seorang b***h di club malam." kekeh perempuan itu dengan santai. Stela berjalan mendekati perempuan itu dan langsung mencekik leher perempuan itu sambil mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mengarahkan pistol itu dibagian kepala perempuan tadi. "Mari kita lihat seberapa belagunya Auristela Lesham." tajam Stela dengan nada tegas dan mematikan "Lepasin!" teriak perempuan itu dengan cemas. "Kau mengatakan Auristela Lesham seorang b***h? Kau salah berurusan denganku?" kekeh Stela. "Sorry tadi aku... aku... aku tadi hanya bercanda" jawab perempuan itu terbata bata. "Okay. Sekarang kau akan mengetahui betapa belagunya seorang Auristela Lesham." ucap Stela tajam langsung menembakan pistol kearah kepala perempuan tadi. Dorrrr.... Langsung saja perempuan tadi tergeletak tak berdaya, bahkan sudah meninggal dunia detik itu juga. Itu membuat Stela merasa puas dan bahagia. "Selesai." gumam Stela. Tiba-tiba ada seorang pria di belakang Stela bertepuk tangan membuat Stela kaget. Stela langsung menghadap kebelakang dan betapa terkejutnya Stela, ternyata itu pria b******k yang ada diclup malam itu. Ya itu Adelardo Gelarnaraga. "Kau? Kau kenapa disini?" tanya Stela gugup. "Emang tidak boleh? Kau kenapa gugup begitu." tanya Lardo dengan senyum smirknya. "Bukan urusanmu." tegas Stela. "Kau yang membunuh perempuan itu?" tanya Lardo. "Bukan urusanmu." balas Stela acuh. "Kalau daddy seorang Auristela Lesham tau kelakuan putrinya seperti ini bagaimana ya?" ucap Lardo membayangkan. Stela sontak melotot kaget. "Tidak usah ikut campur urusanku." tajam Stela. "Okay. aku tidak akan bilang. Asal kau mau menjadi pacarku." balas Lardo dengan senyum smirknya. "Apaaaaa? Tidak!" jawab Stela cepat. "Ya sudah, aku akan mengatakannya sekarang." ancam Lardo. "Eh.. Okay fine! Aku mau jadi pacarmu." ucap Stela dengan berat hati. "Ini karena aku terpaksa, bukan karena atas dasar cinta. Camkan itu!" lanjut Stela kesal. "Okay aku tau. Tapi suatu saat kau akan mencintaiku. Jadi kau sekarang pacarku, Adelardo Gelarnaraga. Kau bisa memanggilku Lardo atau sayang." ucap Lardo mengedikkan mata satunya. "Mimpi!" balas Stela acuh. "Aku antar pulang." ucap Lardo. "Tidak!" jawab Stela cepat. "Ini perintah, bukan ajakan!" sarkas Lardo. "Whatever!" sahut Stela kesal. Lardo langsung mengandeng tangan stela dan mengajaknya kearah mobilnya. Stela langsung masuk kemobilnya dengan wajah kesalnya. Beda dengan lardo. Dia merasa menang dan senang hari ini. "Motorku." gumam Stela. "Aku sudah menyuruh pengawalku untuk mengambilnya dan mengantarkan di mansion mu." balas Lardo. Kini hanya ada keheningan di mobil itu. Tidak ada suara, hanya suara musik dalam mobil itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD